TANGSEL — Pertumbuhan olahraga padel di Tangerang Selatan dinilai tidak cukup hanya diukur dari menjamurnya lapangan dan pemain. Pengurus PBPI setempat menilai dibutuhkan sistem pembinaan yang terarah agar mampu melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.
"Padel tumbuh sangat cepat di Tangerang Selatan. Bagi kami, tantangannya bukan hanya bagaimana membuat padel semakin ramai, tetapi bagaimana memastikan pertumbuhannya sehat, organik, terarah, dan berkelanjutan," ujar Ahmad Najib, Senin (31/8/2026).
Jalur Pembinaan dari Pemula hingga Atlet Profesional
Melalui program Padel Goes to School, PBPI Tangsel akan memperkenalkan olahraga ini secara langsung kepada pelajar. Kegiatan tersebut dirancang sebagai gerbang awal untuk membentuk junior club, melakukan pembinaan berdasarkan kelompok usia, hingga menggelar kompetisi junior.
Najib menjelaskan, sistem pembinaan yang disiapkan tidak berhenti pada pengenalan dasar. PBPI Tangsel menargetkan para pelajar yang memiliki potensi dapat mengikuti jenjang pembinaan secara berkelanjutan.
"Dari anak yang pertama kali memegang raket, menjadi junior player. Dari junior player menjadi student athlete. Dari student athlete berkembang menjadi atlet kompetitif," katanya.
Leveling Pemain dan Sertifikasi Perangkat Pertandingan
Untuk memastikan kualitas pembinaan, PBPI Tangsel akan menerapkan sistem leveling pemain. Sistem ini berguna untuk memetakan kemampuan atlet sehingga materi latihan dan kompetisi dapat disesuaikan dengan level masing-masing.
Penguatan kapasitas pelatih, wasit, dan perangkat pertandingan pun masuk dalam agenda. PBPI Tangsel akan mendorong sertifikasi dan peningkatan kompetensi bagi sumber daya manusia di lingkungan olahraga padel.
Fasilitasi Perizinan Venue dan Dukungan Menuju PON 2032
Di sisi lain, organisasi juga menyiapkan program one-door advocacy untuk pengelola venue. Langkah ini bertujuan memfasilitasi komunikasi dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait administrasi dan perizinan, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Najib menegaskan bahwa program ini bukan untuk mengabaikan aturan, melainkan membantu memetakan persoalan agar pengembangan venue berjalan legal dan tertib. Pembinaan atlet muda juga tetap memperhatikan pendidikan, dengan memperkuat komunikasi bersama sekolah dan institusi pendidikan terkait.
PBPI Tangsel turut membidik momentum Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII 2032 yang akan digelar di Banten dan Lampung. Kontribusi Tangsel disiapkan melalui atlet, venue, sumber daya manusia, hingga dukungan terhadap program PBPI Banten.
"Kita ingin suatu hari nanti Tangerang Selatan tidak hanya dikenal karena mempunyai banyak lapangan padel. Tetapi dikenal karena mempunyai ekosistem padel yang sehat, profesional, inklusif, dan mampu melahirkan prestasi," pungkasnya.