Pencarian

Iran Bantah Rencana Serang Putra Trump, Sebut Itu Rekayasa Netanyahu

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 16:36:01 WIB
Iran Bantah Rencana Serang Putra Trump, Sebut Itu Rekayasa Netanyahu
Iran membantah laporan rencana penyerangan terhadap putra Presiden AS dan menyebutnya sebagai rekayasa Perdana Menteri Israel.

BANTEN — Bantahan keras ini disampaikan Rezaei pekan ini dan dilansir kantor berita ISNA, Sabtu (29/8/2026). Ia menyebut laporan tersebut sebagai "tipu muslihat Netanyahu" yang bertujuan menakut-nakuti Presiden AS. "Klaim soal adanya rencana yang menargetkan putra Trump hanyalah kebohongan besar yang dirancang oleh Netanyahu," ujarnya. Rezaei menegaskan Iran tidak memiliki niat untuk mengincar anggota keluarga Trump.

Video AI di TV Pemerintah Picu Kecurigaan

Kecurigaan Washington terhadap Iran tidak muncul tanpa sebab. Televisi pemerintah Iran, Channel 3, baru-baru ini menayangkan video buatan kecerdasan buatan (AI) yang memuat informasi detail mengenai tempat tinggal dan pergerakan Barron Trump di New York, AS. Tayangan itu ditafsirkan secara luas oleh pengamat intelijen sebagai ancaman pembunuhan terselubung terhadap putra bungsu presiden AS tersebut.

Bantahan Teheran ini muncul di tengah situasi yang masih panas. Ketegangan antara Iran dan AS meningkat tajam sejak konflik berskala besar pecah pada akhir Februari lalu, dipicu oleh serangan gabungan Washington dan sekutunya, Israel. Teheran merespons dengan menargetkan posisi dan aset militer AS di sejumlah titik di Timur Tengah, memicu kekhawatiran meluasnya perang regional.

MoU Gencatan Senjata yang Tersendat

Upaya meredakan ketegangan sebenarnya sempat menemukan titik terang. Pada Juni lalu, kedua negara menandatangani nota kesepahaman (MoU) melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan itu dirancang untuk mengakhiri permusuhan dan membuka jalan bagi negosiasi damai yang lebih komprehensif.

Namun, implementasi MoU tersebut berjalan pahit. Teheran menuding Washington gagal memenuhi komitmennya dalam perjanjian, meski rincian pelanggaran yang dimaksud tidak dipublikasikan secara gamblang. Akibatnya, gencatan senjata yang sempat terhenti itu runtuh total. Pertempuran kembali berkobar pada Juli lalu setelah AS dan Iran saling melancarkan serangan balasan.

Kalkulasi Politik di Tengah Ketegangan

Dalam konteks ini, tuduhan rencana pembunuhan terhadap Barron Trump menjadi bara baru di tengah hubungan yang sudah rapuh. Bagi Teheran, narasi yang beredar di media AS dinilai sengaja dikonstruksi untuk menggagalkan sisa-sisa peluang diplomasi. Sebaliknya, bagi Washington, informasi intelijen semacam itu—meski belum diverifikasi independen—tetap diperlakukan serius mengingat sejarah panjang permusuhan kedua negara.

Hingga berita ini diturunkan, Gedung Putih belum mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi bantahan Iran. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS juga enggan berkomentar soal detail intelijen yang beredar. Yang jelas, episode ini menambah daftar panjang isu sensitif yang harus dilalui kedua negara sebelum pembicaraan damai yang sesungguhnya bisa dimulai.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: news.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks