DPUPR Kota Tangerang Libatkan Konsultan dan Laboratorium Uji Kualitas Jalan, Target 47 Proyek Infrastruktur Rampung 2026

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:19:32 WIB
Petugas menguji material konstruksi perbaikan jalan di Kota Tangerang untuk memastikan 47 proyek infrastruktur rampung pada 2026.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang, Banten, mengerahkan konsultan pengawas, tim teknis, dan laboratorium untuk menguji material konstruksi perbaikan jalan secara maraton. Langkah ini diambil untuk memastikan 47 proyek infrastruktur yang ditargetkan rampung pada 2026 tetap berkualitas meski waktu pengerjaan dipercepat.

TANGERANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang memastikan percepatan perbaikan jalan tidak mengorbankan kualitas konstruksi. Setiap tahapan pekerjaan kini diawasi berlapis, mulai dari konsultan pengawas, tim teknis dinas, hingga pengujian material di laboratorium.

Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaini mengatakan pengujian dilakukan langsung setelah pekerjaan konstruksi dasar selesai. Material diuji di laboratorium sebelum tahapan berikutnya dilanjutkan.

Uji Laboratorium Berjalan Simultan untuk Kejar Target Waktu

"Jadi setelah selesai kita uji laboratorium, kita secara simultan, secara maraton terus melakukan tahapannya. Sehingga secara teknis percepatan pekerjaan itu bisa sesuai dengan apa yang kita targetkan," kata Taufik di Tangerang, Jumat.

Sistem ini menjadi kunci menjaga mutu pekerjaan di tengah target penyelesaian yang lebih cepat. Pekerjaan konstruksi beton yang biasanya memakan waktu tiga bulan, diupayakan selesai dalam dua bulan.

"Karena kondisi lalu lintas cukup padat, kita coba percepat menjadi dua bulan. Tetapi dengan percepatan waktu ini, kita juga tidak ingin mengubah kualitas pekerjaan. Itu menjadi satu hal yang tidak bisa ditawar," ujarnya.

Masa Pemeliharaan Enam Bulan dan Peran Warga

Setelah konstruksi selesai, ruas jalan tidak langsung diserahkan sepenuhnya. Taufik menjelaskan, rata-rata ada masa pemeliharaan selama enam bulan di mana tanggung jawab perawatan masih berada di tangan kontraktor.

Setelah masa itu berakhir, pemeliharaan dilanjutkan oleh bidang operasi dan pemeliharaan DPUPR Kota Tangerang. "Komitmen kita untuk bisa menjaga kualitas pekerjaan," tegas Taufik.

DPUPR juga membuka ruang partisipasi publik. Warga yang menemukan kerusakan jalan bisa melapor melalui kanal Layanan Aspirasi Kotak Saran Anda (Laksa) di aplikasi Tangerang LIVE atau WhatsApp di nomor 0811-1500-152.

"Semakin banyak informasi dari masyarakat, lebih bagus karena bagaimana kita menjaga level of services jalan ini bisa terus dijaga," kata Taufik.

Anggaran Rp 69 Miliar untuk 47 Proyek Infrastruktur

Wali Kota Tangerang Sachrudin merinci, terdapat 47 pelaksanaan pekerjaan infrastruktur selama tahun 2026. Rinciannya, 27 peningkatan atau rekonstruksi jalan, 10 pembangunan jalan baru, serta 10 pembangunan dan penataan trotoar.

Pemerintah Kota Tangerang mengalokasikan anggaran Rp 69 miliar untuk menangani sejumlah ruas jalan strategis yang mengalami kerusakan struktural. Selama pengerjaan, pengawas ditempatkan di lapangan dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk pengaturan lalu lintas.

Laporan warga yang masuk melalui kanal resmi akan langsung terintegrasi dengan program Perbaikan Jalan Kota Gerakan Sehari Tuntas (Perjaka Gesit) yang petugasnya disiagakan setiap hari.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top