Disnaker Kota Tangerang Bekali 16 Peserta Pelatihan Chatbot dengan Website hingga Desain Konten untuk Kembangkan Usaha

Penulis: Mustofa Kamal  •  Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:02:01 WIB
Kepala Disnaker Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan, meninjau pelatihan Chatbot di BLK Kecamatan Tangerang, Sabtu (29/8/2026).

Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang, Banten, memastikan 16 peserta pelatihan Chatbot di Balai Latihan Kerja (BLK) Kecamatan Tangerang tidak hanya belajar merakit program komputer, tetapi juga dibekali kemampuan membuat website, mendesain konten penjualan, dan dasar-dasar pemasaran digital. Pelatihan yang berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026 ini dirancang agar peserta bisa langsung mempraktikkan ilmunya untuk mengembangkan usaha secara daring.

TANGERANG — Pelatihan Chatbot angkatan kelima yang digelar Disnaker Kota Tangerang di BLK Kecamatan Tangerang memasuki babak akhir pekan ini. Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menegaskan target utama pelatihan ini bukan sekadar memahami teknologi, melainkan kemampuan langsung menerapkannya untuk kebutuhan bisnis.

“Sebab tujuan utama dari pembuatan chatbot yakni membantu customer service, pemasaran digital dan e-commerce. Jadi peserta bisa langsung praktik usai mengikuti pelatihan,” ujarnya di Kota Tangerang, Sabtu (29/8).

Bekal Peserta: dari Website hingga Desain Konten

Chatbot yang dimaksud adalah program komputer atau perangkat lunak yang dirancang untuk mensimulasikan percakapan dengan manusia melalui teks atau suara. Namun, dalam pelatihan ini, peserta tidak hanya diajarkan logika pembuatan program tersebut.

Mereka juga mendapat materi tambahan berupa pembuatan website, desain konten penjualan, serta dasar-dasar pemasaran digital. Kombinasi materi ini diharapkan membuat peserta mampu membangun ekosistem digital usaha mereka secara mandiri.

Metode Langsung Praktik, Bukan Sekadar Teori

Instruktur Pelatihan Chatbot, Bayu Asta, menjelaskan pelatihan menggunakan metode teori dan praktik secara langsung. Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga langsung mempraktikkan pembuatan berbagai produk digital sesuai kebutuhan usaha masing-masing.

“Alhamdulillah peserta cukup antusias dan bisa menyerap materi dengan baik karena langsung dipraktikkan. Kalau sudah punya bisnis, apa yang mau dijual bisa langsung kita buatkan websitenya dan dapat dikembangkan untuk digunakan,” jelasnya.

Harapannya, para peserta memiliki visi untuk mulai berbisnis, meskipun dari skala kecil. Pelatihan ini menjadi langkah awal dalam pengembangan bisnis yang mereka jalani.

Modal Usaha Kuliner Laksa untuk Go Online

Salah satu peserta, Muhammad Misdi dari Kecamatan Periuk, mengaku pelatihan ini merupakan pengalaman pertamanya. Ia datang dengan tujuan menambah keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha keluarga.

“Ini pertama kali saya mengikuti pelatihan chatbot. Tujuannya untuk menambah skill atau kemampuan, terutama kalau nanti saya ingin membuka usaha,” kata Misdi.

Misdi memiliki usaha keluarga berupa kuliner laksa yang selama ini belum dikembangkan secara optimal melalui platform digital. Ia berharap ilmu yang diperoleh dari pelatihan dapat membantu memperluas pemasaran usahanya secara daring.

“Saya berharap dengan pelatihan ini dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan pribadi sekaligus mendukung pengembangan usaha di masa mendatang,” katanya.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top