SERPONG — Kevin Caesario Akbar mengukir namanya dalam sejarah golf nasional. Ia menjadi pegolf Indonesia pertama yang berhasil memenangkan turnamen Ciputra Golfpreneur Tournament sejak ajang ini digelar pada 2014.
Kepastian gelar tersebut didapat setelah Kevin mencetak birdie dramatis di hole 18 pada putaran final. Skor akhir 263 atau 25 di bawah par yang ia kumpulkan sekaligus menyamai rekor skor terendah yang dicetak Matt Killen saat juara tahun lalu.
Kevin tampil tanpa cela pada putaran pamungkas dengan membukukan skor 63 atau sembilan di bawah par. Ia mencatatkan delapan birdie dan satu eagle, hanya satu bogey sepanjang 18 hole terakhir.
Momen paling menegangkan terjadi di hole terakhir. Sebelum melakukan pukulan ketiga, Kevin melihat papan klasemen dan sadar peluang juara terbuka lebar. Ia membutuhkan birdie dan berhasil mewujudkannya lewat putting jarak jauh.
"Ketika tiba di hole terakhir, sebelum melakukan pukulan ketiga dan melihat papan klasemen, saya mulai berpikir kalau ada peluang menang," ujar Kevin.
Kemenangan ini terasa begitu emosional bagi Kevin. Ia baru saja menjadi ayah pada Juli 2026 setelah anak pertamanya, Kaviendra Naratama Akbar, lahir sebulan sebelum turnamen bergulir.
"Terima kasih kepada istri, papa saya, Ciputra Golfpreneur Foundation, para sponsor, dan semua yang sudah mendukung saya. Kemenangan ini saya dedikasikan untuk anak saya," kata Kevin seusai menerima trofi.
Kevin mengaku tidak banyak memikirkan peluang juara selama pertandingan. Ia lebih memilih fokus pada setiap pukulan. "Hari ini bisa membukukan skor 63 rasanya luar biasa. Kalau mengingat permainan tiap hole rasanya sulit dipercaya karena banyak putting jarak jauh yang masuk, lalu bisa chip-in eagle," tuturnya.
Budiarsa Sastrawinata, Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina Ciputra Golfpreneur Foundation, menyebut capaian Kevin sebagai catatan penting. Dari 11 edisi turnamen digelar, baru kali ini gelar juara diraih pegolf tuan rumah.
"Selamat kepada semua pemain yang sudah menunjukkan semangat berkompetisi. Dari 11 edisi turnamen ini diselenggarakan, juaranya selalu berasal dari negara yang berbeda dan sekarang giliran Indonesia," kata Budiarsa.
Persaingan di papan atas berlangsung ketat. James Leow dari Singapura dan Khavish Varadan dari Malaysia harus puas berbagi posisi kedua dengan skor 265 atau 23 di bawah par. Juara bertahan Matt Killen bersama Nathan Han dari Amerika Serikat menempati posisi keempat dengan skor 266.
Pegolf amatir Indonesia, Kenneth Henson Sutianto, keluar sebagai lowest amateur dengan skor 287 atau satu di bawah par. Ia mengaku puas dengan penampilannya dan menjadikan turnamen ini bahan evaluasi.
Dua pekan setelah turnamen di Serpong, Kenneth dijadwalkan memperkuat Indonesia pada Southeast Asian Team Golf Championships. Ia akan tampil di ajang Putra Cup di Hong Kong dengan membawa pengalaman berharga dari Damai Indah Golf.
Ciputra Golfpreneur Tournament edisi ke-11 ini menyediakan total hadiah 150 ribu dolar Amerika Serikat. Turnamen sempat vakum pada 2020 dan 2021 akibat pandemi Covid-19.