DKPP Kabupaten Serang Perluas Lahan Bawang Merah 52,2 Hektare di 7 Kecamatan untuk Kendalikan Inflasi

Penulis: Luqman Arif  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 23:16:33 WIB
Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Serang memeriksa lahan bawang merah di Kecamatan Lebakwangi, Senin (10/3/2025).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Banten, memperluas kawasan tanam bawang merah hingga 52,2 hektare yang tersebar di tujuh kecamatan. Langkah ini ditempuh untuk memenuhi tingginya konsumsi masyarakat sekaligus menekan laju inflasi daerah yang kerap dipicu gejolak harga komoditas bahan pokok tersebut.

SERANG — Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Provinsi Banten, mengajukan perluasan lahan bawang merah seluas 52,2 hektare kepada Kementerian Pertanian melalui skema Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL). Rencana tersebut dijadwalkan masuk pada September mendatang dan menyasar tujuh kecamatan potensial.

Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo, menyatakan perluasan ini menjadi prioritas karena tingkat konsumsi bawang merah di wilayahnya tergolong tinggi. Komoditas ini termasuk bahan pokok penting yang pergerakan harganya kerap memengaruhi inflasi daerah.

Tujuh Kecamatan Sasaran Perluasan Lahan

Perluasan area penanaman difokuskan pada wilayah yang dinilai memiliki potensi pengembangan, yaitu:

  • Kecamatan Lebakwangi
  • Kecamatan Kramatwatu
  • Kecamatan Mancak
  • Kecamatan Waringinkurung
  • Kecamatan Baros
  • Kecamatan Cikeusal
  • Kecamatan Kibin

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi mewujudkan kemandirian pangan di Kabupaten Serang. Dengan menambah luas lahan tanam, diharapkan ketergantungan pasokan dari luar daerah dapat berkurang secara bertahap.

Panen Bertahap untuk Jaga Stabilitas Harga

Selain memperluas lahan, DKPP Kabupaten Serang menerapkan manajemen panen bertahap dengan mengatur jadwal tanam antar kecamatan secara bergilir. Cara ini dirancang agar hasil panen tidak menumpuk pada satu waktu bersamaan.

"Kita mau bawang ini kebutuhannya tidak sekaligus panen habis, tetapi bertahap terus. Jadi, setiap hari itu ada panen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, agar tidak suplai dari luar daerah," ujar Suhardjo di Serang, Senin.

Suhardjo menambahkan bahwa pengelolaan waktu panen yang terukur menjadi kunci utama menjaga stabilitas harga. Jika pasokan rutin tersedia setiap hari, fluktuasi harga di pasar dapat ditekan dan dampaknya terhadap inflasi daerah bisa diminimalkan.

Manajemen Tanam untuk Jamin Pasokan Harian

Skema penjadwalan ini memastikan ketersediaan bawang merah sepanjang waktu. Setiap kecamatan mendapat alokasi waktu tanam yang berbeda sehingga panen berlangsung bergiliran sepanjang musim.

Dengan begitu, kebutuhan masyarakat terhadap bawang merah dapat dipenuhi dari produksi lokal tanpa harus menunggu kiriman dari sentra produksi lain. Hal ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ketahanan pangan tingkat kabupaten.

DKPP Kabupaten Serang akan terus memantau perkembangan usulan perluasan lahan tersebut. Jika disetujui Kementerian Pertanian, penggarapan lahan baru di tujuh kecamatan diharapkan segera berjalan dan mampu menambah volume produksi bawang merah secara signifikan.

Reporter: Luqman Arif
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top