BANTEN — Kantor kepresidenan Rusia, Kremlin, secara resmi mengumumkan jadwal pertemuan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo Subianto dan Vladimir Putin. Dalam keterangan yang dirilis Selasa (1/9), Penasihat Kebijakan Luar Negeri Kremlin Yury Ushakov menyebut pertemuan itu akan digelar di sela-sela Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang berlangsung di Vladivostok.
Prabowo diagendakan hadir dengan status tamu kehormatan utama, posisi yang memberi panggung khusus bagi Indonesia di forum ekonomi kawasan Timur Jauh Rusia itu. Ushakov menyampaikan langsung pengonfirmasian tersebut di Moskow dalam keterangan resmi yang dihimpun dari pihak kepresidenan Rusia.
"Presiden Indonesia Bapak Subianto hadir sebagai tamu terhormat utama pada perhelatan Eastern Economic Forum tahun ini," ujar Yury Ushakov di Moskow.
Pertemuan bilateral dengan Putin dijadwalkan berlangsung pada 3 September 2026. Agenda utamanya adalah memperdalam kerja sama strategis yang telah terjalin antara Jakarta dan Moskow, terutama di sektor ekonomi dan sumber daya alam.
Kunjungan ke Vladivostok ini akan menjadi perjalanan resmi keempat Prabowo ke Rusia sejak menjabat presiden. Sebelumnya, ia telah bertemu langsung dengan Putin pada Juni 2025, Desember 2025, dan April 2026.
Intensitas komunikasi tingkat tinggi yang konsisten itu menunjukkan tren peningkatan hubungan diplomatik yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Kunjungan yang berulang dalam rentang waktu dekat jarang terjadi dalam praktik diplomasi bilateral, menandakan kedalaman komitmen kedua negara.
Serangkaian diplomasi intensif tersebut telah membuahkan sejumlah kesepakatan konkret, khususnya di sektor energi strategis dan pengelolaan sumber daya mineral. Energi menjadi tulang punggung kerja sama ekonomi kedua negara, dengan potensi pengembangan lebih lanjut dalam proyek-proyek hilirisasi dan pasokan energi.
Pemerintah Rusia menilai kemitraan ini tidak hanya berjalan bilateral, tetapi juga terintegrasi dalam kerangka multilateral yang lebih luas, termasuk aliansi strategis BRICS dan forum dialog Rusia-ASEAN.
Eastern Economic Forum tahun ini turut dihadiri sejumlah pemimpin dunia lainnya. Perdana Menteri Mongolia Nyam-Osoryn Uchral, Wakil Presiden Myanmar Nyo Saw, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang dijadwalkan hadir di Vladivostok.
Melalui lawatan ini, Moskow dan Jakarta memproyeksikan penguatan sinergi ekonomi yang saling menguntungkan untuk menghadapi dinamika geopolitik global yang terus berkembang. Keterlibatan Indonesia dalam forum yang berpusat di kawasan Pasifik ini semakin menegaskan posisi strategis RI di tengah persaingan kekuatan besar.