Kalapas Kelas IIA Cilegon Wahyu Trah Utomo Temui Kodim 0623, Perkuat Sinergi Jaga Keamanan dan Pembinaan Warga Binaan

Penulis: Nurul Huda  •  Kamis, 03 September 2026 | 21:28:01 WIB
Kalapas Kelas IIA Cilegon Wahyu Trah Utomo berfoto bersama jajaran Kodim 0623/Cilegon dalam audiensi untuk memperkuat sinergi keamanan dan pembinaan warga binaan di Cilegon, Jumat (15/11/2024).

CILEGON — Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, bergerak memperluas jaring pengaman tugasnya di Kota Cilegon. Ia menggelar audiensi dengan jajaran Kodim 0623/Cilegon untuk membangun komunikasi yang solid dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

Pertemuan itu berlangsung penuh keakraban. Kedua institusi membuka ruang diskusi tentang tugas dan fungsi masing-masing, terutama dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif.

Lapas Tak Bisa Berjalan Sendiri dalam Pembinaan

Wahyu menilai Lembaga Pemasyarakatan tidak bisa menjalankan sendiri tugas pembinaan tanpa melibatkan aparat penegak hukum lain. Sinergi ini dibutuhkan sebab Lapas memikul tanggung jawab ganda, mulai dari pembinaan warga binaan hingga menjaga ketertiban.

Koordinasi yang solid, kata dia, juga menjadi syarat agar program-program pemasyarakatan berjalan lancar dan tidak mengganggu keamanan masyarakat sekitar.

"Keamanan Bukan Satu-Satunya Titik Temu"

"Sinergi dan kolaborasi antarinstansi sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, hubungan antara Lapas Cilegon dan Kodim 0623/Cilegon dapat semakin erat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Wahyu dalam keterangannya.

Kerja Sama Bisa Merambah ke Pembinaan Karakter

Ia menegaskan Lapas Kelas IIA Cilegon terbuka untuk berbagai kerja sama positif. Bentuknya tak melulu persoalan keamanan, tetapi bisa merambah ke kegiatan pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, hingga kedisiplinan bagi warga binaan.

Jenis kolaborasi semacam ini dianggap penting untuk menyiapkan warga binaan kembali ke masyarakat. Bukan hanya dengan keterampilan, tapi juga mental yang kuat, sehingga dukungan dari institusi TNI menjadi relevan.

Melalui jalinan komunikasi yang dijalin lewat audiensi itu, Lapas dan Kodim berharap dapat terus meningkatkan koordinasi. Kedua pihak siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan yang berkaitan dengan pembinaan dan keamanan.

Wahyu menyebut komitmen ini adalah wujud nyata membangun pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan aman. Dampaknya diharapkan dirasakan langsung oleh warga binaan serta masyarakat Kota Cilegon secara luas.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top