CILEGON — Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, bergerak memperluas jaring pengaman tugasnya di Kota Cilegon. Ia menggelar audiensi dengan jajaran Kodim 0623/Cilegon untuk membangun komunikasi yang solid dalam mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.
Pertemuan itu berlangsung penuh keakraban. Kedua institusi membuka ruang diskusi tentang tugas dan fungsi masing-masing, terutama dalam menciptakan kondisi wilayah yang aman, tertib, dan kondusif.
Wahyu menilai Lembaga Pemasyarakatan tidak bisa menjalankan sendiri tugas pembinaan tanpa melibatkan aparat penegak hukum lain. Sinergi ini dibutuhkan sebab Lapas memikul tanggung jawab ganda, mulai dari pembinaan warga binaan hingga menjaga ketertiban.
Koordinasi yang solid, kata dia, juga menjadi syarat agar program-program pemasyarakatan berjalan lancar dan tidak mengganggu keamanan masyarakat sekitar.
"Sinergi dan kolaborasi antarinstansi sangat penting dalam mendukung pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Kami berharap melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, hubungan antara Lapas Cilegon dan Kodim 0623/Cilegon dapat semakin erat serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat," ujar Wahyu dalam keterangannya.
Ia menegaskan Lapas Kelas IIA Cilegon terbuka untuk berbagai kerja sama positif. Bentuknya tak melulu persoalan keamanan, tetapi bisa merambah ke kegiatan pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, hingga kedisiplinan bagi warga binaan.
Jenis kolaborasi semacam ini dianggap penting untuk menyiapkan warga binaan kembali ke masyarakat. Bukan hanya dengan keterampilan, tapi juga mental yang kuat, sehingga dukungan dari institusi TNI menjadi relevan.
Melalui jalinan komunikasi yang dijalin lewat audiensi itu, Lapas dan Kodim berharap dapat terus meningkatkan koordinasi. Kedua pihak siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan yang berkaitan dengan pembinaan dan keamanan.
Wahyu menyebut komitmen ini adalah wujud nyata membangun pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan aman. Dampaknya diharapkan dirasakan langsung oleh warga binaan serta masyarakat Kota Cilegon secara luas.