Pencarian

Film Kitab Nuswantara Angkat Budaya 8 Daerah Banten ke Layar Lebar, Komunitas di Serang Buka Open Casting

Kamis, 03 September 2026 • 21:37:32 WIB
Film Kitab Nuswantara Angkat Budaya 8 Daerah Banten ke Layar Lebar, Komunitas di Serang Buka Open Casting
Open casting film "Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur" digelar di Gedung Dinas PUPR Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis.

Film layar lebar bergenre petualangan "Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur" digarap Lumbung Dongeng Nuswantara untuk memperkenalkan kekayaan budaya delapan kabupaten dan kota di Banten ke kancah nasional. Open casting digelar di Gedung Dinas PUPR Provinsi Banten, Kota Serang, pada Kamis, membuka kesempatan warga ikut ambil bagian dalam produksi.

SERANG — Lumbung Dongeng Nuswantara, komunitas pegiat film, memasuki babak produksi lewat film layar lebar berjudul Kitab Nuswantara: Laras-Menjaga Tanah Leluhur. Proyek perdananya, komunitas ini membuka open casting di Auditorium PUPR Lantai 7, Gedung Dinas PUPR Provinsi Banten, Kota Serang, Kamis. Warga yang berminat tak perlu ke luar kota karena peran-peran dalam film ini memang ditujukan bagi masyarakat Banten.

Produser film Brama Yudha menuturkan, gagasan ini telah lama dirancang bersama sejumlah sineas yang prihatin terhadap minimnya film daerah dengan muatan kearifan lokal. "Kita ingin punya film daerah yang mengangkat kearifan dengan konsep dongeng," ujarnya. Film tersebut dikemas dalam genre petualangan lintas usia, dari anak-anak hingga dewasa.

Keresahan Soal Budaya Lokal yang Mulai Tergerus

Kehadiran film ini bukan sekadar mencari hiburan. Para pegiat film ingin melawan derasnya pengaruh luar yang dinilai menggeser nilai-nilai asli daerah. Mereka ingin cerita yang tumbuh dari tanah sendiri, bukan sekadar tiruan dari tren global.

Musisi Nugie, yang juga Koordinator Lumbung Dongeng Nuswantara, ikut menyuarakan kegelisahan yang sama. Menurutnya, norma dan kearifan lokal mesti terus dijalani agar masyarakat tetap membumi di wilayah masing-masing. "Kita gelisah karena udah terlalu banyak import hal-hal yang sifatnya gak original di kehidupan kita sehari-hari," kata pelantun lagu Pelukis Malam itu.

Delapan Kabupaten dan Kota Masuk dalam Alur Cerita

Sutradara Aby Azy TR mengatakan, film ini tak hanya mengambil satu latar. Ragam budaya Banten akan dihadirkan melalui perjalanan tokoh-tokohnya menyusuri berbagai wilayah di Provinsi Banten.

"Insya Allah nanti di visual itu delapan kota kabupaten itu hadir dalam visual itu, karena sebegitu ajaibnya hal-hal yang kita temukan di Banten ini," ungkap Aby di Kota Serang. Ia berharap kekayaan tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton di luar Banten.

Melalui film ini, Lumbung Dongeng Nuswantara ingin menegaskan bahwa budaya lokal mampu bersaing di industri kreatif nasional. Setelah tahap casting, proses produksi dijadwalkan berlanjut ke sejumlah lokasi syuting di Banten. Film ini ditargetkan tayang di bioskop tanah air.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks