Korem 064/MY Rehab Asrama Putri Panti Maulana Yusuf Cilegon, Target Rampung 45 Hari

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 23 September 2026 | 12:01:01 WIB
Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto melepas daun jendela saat menandai dimulainya rehabilitasi asrama putri Panti Asuhan Maulana Yusuf Cilegon.

CILEGON — Panti Asuhan Yayasan Maulana Yusuf berdiri sejak 1999 dan kini dihuni 41 anak berusia 12 hingga 18 tahun. Rinciannya, 29 anak perempuan dan 12 anak laki-laki yang menempuh pendidikan jenjang SMP sampai SMA.

Rehabilitasi menyasar asrama putri, bangunan di atas lahan sekitar 250 meter persegi. Selama ini 29 anak perempuan menempati empat kamar di bangunan yang juga dilengkapi dua kamar pendamping, ruang tamu, dapur, dan dua kamar mandi.

Pekerjaan itu bagian dari Program Rehabilitasi Panti Asuhan dan Pembuatan Akta Kelahiran Semester II Tahun Anggaran 2026 jajaran Kodam III/Siliwangi.

Atap Bambu dan Kayu Lama Dibongkar 10 Personel Yonif TP 841/Sulangkar

Danrem 064/MY Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menandai dimulainya pekerjaan dengan melepas daun jendela bangunan lama. Setelah itu, pembongkaran atap dan kerangka lama berbahan bambu dan kayu dikerjakan 10 personel Yonif TP 841/Sulangkar bersama warga sekitar.

Perbaikan meliputi konstruksi atap dan plafon, penggantian kusen dan jendela, pembaruan lantai, penambahan fasilitas kamar mandi, sampai pekerjaan finishing.

Brigjen TNI Daru: Adik-Adik Perempuan Harus Punya Tempat Tidur Layak

Menurut Daru, program ini bentuk kepedulian TNI AD terhadap warga wilayah yang membutuhkan perhatian. Karena banyak yang membutuhkan, pihaknya memakai skala prioritas.

"Banyak yang membutuhkan, sehingga kita menggunakan skala prioritas. Harapan saya, adik-adik perempuan punya tempat tidur yang layak. Kita akan rehabilitasi panti ini dengan baik," ujarnya.

Daru juga berpesan agar anak-anak panti tidak merasa sendiri menjalani kehidupan.

"Adik-adik tidak sendiri. Saya dan Pak Dandim, anggaplah sebagai orang tua sendiri," katanya.

Akta Kelahiran Ikut Diurus demi Hak Administratif Anak

Selain perbaikan fisik, program ini mencakup pembuatan akta kelahiran bagi anak-anak panti yang membutuhkan. Pemenuhan dokumen kependudukan dinilai penting untuk memastikan anak-anak mendapat hak administratif dan akses berbagai layanan.

Di hadapan penghuni panti, Daru mengingatkan pendidikan tidak hanya soal kemampuan akademik. Akhlak dan adab, katanya, harus ikut dibangun.

"Ilmu boleh pintar, tetapi percuma kalau tidak berakhlak. Utamakan adab, karena adab mengajarkan kita untuk santun kepada orang tua dan orang yang lebih tua dari kita," ungkapnya.

Pekerjaan rehab asrama putri ditargetkan rampung maksimal 45 hari sejak pembongkaran dimulai.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top