Kanwil HAM Banten Nilai Kerukunan Umat Beragama di Kabupaten Tangerang Layak Jadi Contoh Daerah Lain

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 19:31:01 WIB
Kepala Kanwil Kementerian HAM Banten, Menase Kadepa, menerima Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang.

TANGERANG — Kunjungan kerja Kepala Kanwil Kementerian HAM Banten ke Kabupaten Tangerang membawa pesan tegas soal toleransi. Menase Kadepa menilai keberagaman masyarakat di wilayah itu terjaga dalam suasana aman, damai, dan tertib. Ia bahkan menyebut kondisi tersebut tak banyak ditemui di daerah lain.

Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang. Menase diterima Bupati Moch. Maesyal Rasyid bersama sejumlah unsur terkait. Agenda utama kunjungan adalah meninjau langsung kondisi kerukunan umat beragama di wilayah berpenduduk paling padat di Provinsi Banten itu.

Masalah yang Sempat Muncul Kini Dinyatakan Selesai

Menase mengapresiasi langkah Pemkab Tangerang dalam menangani persoalan yang sebelumnya berpotensi mengganggu kerukunan. Menurutnya, pemerintah daerah bergerak cepat dan tuntas.

"Saya hadir langsung di Tangerang bersama Bapak Bupati. Pak Bupati sudah mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan dengan tuntas. Hari ini saya menerima laporan yang jelas, masalahnya sudah selesai," kata Menase.

Ia tidak merinci persoalan apa yang dimaksud. Namun penegasan itu menunjukkan pemerintah pusat melalui Kanwil HAM Banten menaruh perhatian pada isu kerukunan di daerah.

Masjid Bersebelahan dengan Gereja Disebut Bukan Hal Aneh

Bupati Moch. Maesyal Rasyid menuturkan, kerukunan antarumat beragama sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Kabupaten Tangerang. Keberadaan rumah ibadah yang berdampingan bukan pemandangan langka.

"Masjid bersebelahan dengan gereja itu bukan hal yang aneh di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Semua unsur umat beragama bisa hidup rukun dan saling bertoleransi," ujar Maesyal.

Menurutnya, Kabupaten Tangerang merupakan miniatur Indonesia. Wilayah ini dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama yang hidup berdampingan.

"Segala suku dan agama ada di Kabupaten Tangerang. Kita hidup rukun dan saling bertoleransi," katanya.

Respons Cepat Lewat Komunikasi dan Koordinasi Forkopimda

Maesyal menegaskan Pemkab Tangerang tidak akan membiarkan persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan berlarut-larut. Setiap masalah akan segera ditangani melalui komunikasi dan koordinasi bersama Forkopimda serta unsur terkait.

"Ketika ada permasalahan, kita langsung diskusi dan duduk bersama. Kita respons cepat agar persoalan tidak melebar dan tidak berkepanjangan," pungkasnya.

Menase mengajak seluruh masyarakat terus menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah. Menurutnya, kerukunan yang terpelihara di tengah keberagaman merupakan gambaran Indonesia dalam skala kecil.

"Tangerang itu damai, aman dan tenteram. Daerah lain harus belajar dari Tangerang," tegasnya.

"Kerukunan di Tangerang itu luar biasa. Indonesia harus mengambil contoh dari Tangerang," ujar Menase menambahkan.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: tangselpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top