BANTEN — John Herdman membawa Timnas Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026, mengakhiri penantian 35 tahun. Pria asal Inggris ini menempuh jalan berbeda dari kebanyakan pelatih. Sebelum menangani skuad Garuda, ia membangun karier dari dunia akademik hingga panggung Piala Dunia.
Kesuksesan Herdman bersama Indonesia bukan kebetulan semalam. Ada perjalanan panjang yang jarang disorot, mulai dari ruang kelas hingga bangku cadangan di turnamen besar. Berikut fakta-faktanya.
Berbeda dari Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert yang dulunya pesepakbola profesional, Herdman mengawali karier dari bangku perguruan tinggi. Ia mengajar Sport Science di Universitas Northumbria Newcastle, Inggris. Latar belakang akademik inilah yang membentuk pendekatannya dalam melatih.
Shin Tae-yong adalah bintang di Korea Selatan, sementara Patrick Kluivert legenda Ajax Amsterdam. Herdman sama sekali tidak punya klub profesional. Ia justru mendalami sisi psikologis dan taktis di balik lapangan, bukan teknik individu sebagai pemain.
Salah satu pencapaian terbesarnya sebelum ke Indonesia adalah membawa Timnas Kanada lolos ke Piala Dunia. Capaian itu mengangkat namanya sebagai pelatih yang mampu membangun tim dari nol.
Bersama skuad Garuda, Herdman mempersembahkan gelar FIFA ASEAN Cup 2026. Ini adalah gelar yang dinanti Indonesia selama 35 tahun lamanya.
Catatan kepelatihan Herdman di Timnas Indonesia disebut lebih baik ketimbang Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert. Rekor ini menjadikannya pelatih timnas paling sukses saat ini.
Herdman lahir dan besar di Inggris, negara dengan tradisi sepak bola panjang. Ia membawa perspektif berbeda ke ruang ganti Timnas Indonesia.
Ilmu Sport Science yang ditekuninya sebagai dosen menjadi fondasi cara ia melatih. Pendekatan ilmiah ini membedakannya dari pelatih yang berlatar pemain profesional.
Dari dosen hingga mengantar Indonesia juara setelah 35 tahun, perjalanan Herdman menunjukkan jalur kepelatihan tidak selalu harus lewat lapangan sebagai pemain.