Delegasi 14 Negara Jelajahi Kota Tua dan Kuliner Jakarta

Penulis: Mustofa Kamal  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 12:08:02 WIB
Delegasi 14 negara menyusuri kawasan Kota Tua Jakarta dalam agenda Familiarization Trip Disparekraf DKI Jakarta.

BANTEN — Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta menggelar Familiarization Trip untuk pelaku industri pariwisata dari 14 negara, menyusuri Kota Tua, museum, jamu, hingga kuliner heritage. Rute dirancang memperlihatkan Jakarta sebagai destinasi bleisure, memadukan agenda MICE dan leisure dalam satu kunjungan. Kegiatan ini menjadi bagian promosi menjelang Jakarta Wonderful Indonesia Travel Fair.

Peserta famtrip berasal dari Filipina, Tiongkok, Arab Saudi, Jepang, India, Yunani, Malaysia, Taiwan, Aljazair, Bangladesh, Nigeria, Korea Selatan, Kroasia, dan Thailand. Mereka adalah tour operator dan travel agent mancanegara yang menangani paket wisata ke Asia Tenggara. Pemilihan peserta menyasar negara-negara dengan penerbangan langsung ke Jakarta.

Menelusuri Jejak Kolonial di Kota Tua

Perjalanan delegasi dibuka dengan menyusuri kawasan cagar budaya Kota Tua. Di kawasan berarsitektur kolonial ini, peserta mengunjungi Museum Sejarah Jakarta dan Museum Wayang untuk menyerap narasi panjang perjalanan kota dari masa ke masa.

Kedua museum menyimpan koleksi yang menceritakan transformasi Batavia menjadi Jakarta. Delegasi mendapat penjelasan langsung soal konteks sejarah tiap koleksi, bukan sekadar melihat display.

Belajar Meracik Jamu di Acaraki Kota Tua

Menjelang sore, peserta diajak mengenal ramuan herbal tradisional Indonesia lewat sesi demo jamu di Acaraki Kota Tua. Sesi ini memperlihatkan cara jamu dikemas secara modern tanpa menghilangkan esensi warisan leluhur.

Antusiasme delegasi terlihat saat mencicipi sajian jamu yang disiapkan. Bagi sebagian peserta, ini pengalaman pertama berinteraksi langsung dengan rempah Nusantara dalam format minuman kesehatan.

Makan Malam Heritage di Tugu Kunstkring Paleis

Rangkaian famtrip ditutup dengan agenda Open Dining of Jakarta di Tugu Kunstkring Paleis. Para tamu menikmati hidangan autentik khas Jakarta dan Nusantara dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Venue ini sendiri merupakan bangunan bersejarah peninggalan era kolonial yang kini difungsikan sebagai restoran dan ruang seni. Kombinasi kuliner dan arsitektur menjadi penutup yang merepresentasikan tema perjalanan.

Jakarta Incar Posisi Top 50 Global City

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menyebut kegiatan ini bagian dari komitmen memperkuat daya saing global Jakarta.

"Jakarta terus maju menuju Top 50 Global City. Kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa di balik modernitas dan gedung-gedung pencakar langit yang menunjang kegiatan MICE, Jakarta menyimpan kekayaan sejarah, budaya, dan kehangatan tradisi yang menjadikan pengalaman berwisata (leisure) di kota ini sangat berkesan," ujarnya, Jumat (16/10).

Rute Dirancang untuk Wisatawan Bleisure

Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menjelaskan rute disusun khusus untuk memperlihatkan fleksibilitas Jakarta sebagai destinasi bleisure.

"Kota Tua, museum, edukasi jamu, dan kuliner heritage adalah atraksi penyeimbang yang sempurna bagi wisatawan bisnis maupun leisure. Kami merancang rute ini agar para pelaku pariwisata dunia mendapatkan gambaran utuh tentang portofolio wisata yang siap ditawarkan Jakarta," jelasnya.

Promosi Lewat Pengalaman Langsung

Ketua Sub Kelompok Pemasaran Luar Negeri Disparekraf DKI Jakarta, Ervienia Oryza, menambahkan kehadiran delegasi dari 14 negara menjadi momentum memperluas jangkauan promosi mancanegara. Menurutnya, pengalaman langsung adalah sarana promosi paling efektif.

"Kami optimistis langkah ini menegaskan kesiapan DKI Jakarta untuk berdiri sejajar dengan kota-kota utama dunia, menjadikannya bukan hanya sebagai hub konektivitas dan bisnis, tetapi juga destinasi MICE dan leisure terdepan di kawasan regional dan internasional," tandasnya.

Rangkaian Serupa Menyusul

Delegasi Jakarta International Investment Forum (IIBF) 2026 juga diajak mengeksplorasi keindahan Pulau Cipir dan Pulau Payung dalam agenda terpisah. Pola kunjungan serupa dipakai untuk memperkenalkan wajah Jakarta dari sisi kepulauan.

Bagi wisatawan yang ingin meniru rute famtrip ini, Kota Tua, Acaraki, dan Tugu Kunstkring Paleis bisa dijangkau dalam satu hari penuh. Informasi jam buka dan tiket masuk masing-masing atraksi sebaiknya dikonfirmasi langsung ke pengelola atau Disparekraf DKI Jakarta sebelum berangkat.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: m.beritajakarta.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top