SERANG — Penanganan difokuskan pada empat lokasi yang dinilai paling rawan berdasarkan hasil kajian teknis. Keempatnya tersebar mulai dari Link Cilampang (KM 74+400) dan Link Perumahan Bumi Agung (KM 74+700), Link Pabuaran Unyur (KM 75+600), KM 90+850, hingga akses Tol Serang Timur di area Patung Debus.
Pekerjaan di zona-zona tersebut mencakup penyesuaian dan peningkatan kapasitas saluran air. Caranya lewat pembangunan open cut box culvert serta pemasangan pipa jacking Reinforced Concrete Pipe (RCP) untuk memperlancar pengaliran air.
Perubahan iklim yang menggeser pola dan intensitas curah hujan disebut memicu kenaikan limpasan air dari wilayah hulu. Alih fungsi lahan di sekitar kawasan tol turut memperbesar risiko itu.
Kondisi tersebut menjadi dasar Astra Tol Tamer melakukan kajian teknis sebelum menentukan langkah penanganan. Pendekatan yang dipakai disesuaikan dengan karakteristik masing-masing lokasi, bukan diseragamkan.
Astra Tol Tamer berkoordinasi aktif dengan Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Penanganan diarahkan agar terintegrasi hingga ke luar area tol, termasuk dengan Pemkot Serang dan Pemkot Cilegon.
Construction & Maintenance Management Department Head Astra Tol Tamer, Slamet Adriadi, menyebut dinamika tata guna lahan sebagai aspek krusial dalam perencanaan mitigasi.
"Perubahan kondisi lingkungan dan tata guna lahan menjadi salah satu aspek utama yang kami perhatikan dalam mengantisipasi potensi genangan. Kami melakukan kajian teknis untuk menentukan langkah penanganan yang sesuai di setiap lokasi, sekaligus berkoordinasi dengan Kementerian PU, pemerintah daerah, dan instansi terkait. Kami menargetkan pekerjaan ini dapat mendukung kesiapan operasional Jalan Tol Tangerang–Merak selama periode libur Natal dan Tahun Baru 2026/2027," ujar Slamet.
Mobilisasi peralatan dan perambu-rambu di titik prioritas penanganan drainase telah dimulai. Pengguna jalan diminta mematuhi petunjuk keselamatan dan manajemen lalu lintas selama proses konstruksi berlangsung.
"Kami mengimbau kepada para pengguna jalan untuk mematuhi petunjuk keselamatan serta manajemen lalu lintas, dan kami memohon dukungan serta kerja sama masyarakat selama proses konstruksi penanganan genangan ini berlangsung," tutup Slamet.
Langkah mitigasi ini merupakan bagian dari komitmen Astra Tol Tamer sebagai Badan Usaha Jalan Tol dalam menerapkan prinsip keberlanjutan. Prioritasnya keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan, sekaligus mengantisipasi dampak perubahan lingkungan bagi masyarakat sekitar tol.