Pencarian

Harga Pangan di Banten Tak Kunjung Turun, Dekopinwil Targetkan Rantai Tengkulak Diputus Lewat Koperasi

Jumat, 12 Juni 2026 • 21:49:01 WIB
Harga Pangan di Banten Tak Kunjung Turun, Dekopinwil Targetkan Rantai Tengkulak Diputus Lewat Koperasi
Dekopinwil Banten dorong koperasi sebagai pusat distribusi hasil produksi masyarakat untuk tekan harga pangan.

SERANG — Harga pangan yang terus merangkak naik di pasar mendorong Dekopinwil Banten untuk mengubah strategi bisnis koperasi. Mereka tak lagi ingin koperasi hanya menjadi tempat simpan pinjam, melainkan pusat distribusi hasil produksi masyarakat.

“Produsen sering kali tidak mendapatkan harga yang layak karena harus menjual lewat tengkulak dan perantara,” kata Irfan Nur Ma’ruf dalam keterangan tertulis seusai acara pengukuhan.

Skema KopHub untuk Memangkas Perantara

Dekopinwil Banten mendorong pembentukan pusat distribusi berbasis koperasi atau KopHub. Skema ini dirancang untuk menampung hasil produksi petani, peternak, hingga UMKM sebelum disalurkan langsung ke pasar.

Selama ini, disparitas harga antara produsen dan konsumen sangat tajam. Saat panen raya, harga komoditas di tingkat petani kerap anjlok karena distribusi dikuasai pengepul. Namun ketika barang sampai ke pasar, harga tetap tinggi akibat margin distribusi yang bertambah di setiap rantai perantara.

Dekopinwil juga membuka peluang kolaborasi koperasi dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar distribusi hasil produksi masyarakat lebih terintegrasi.

6.860 Koperasi di Banten, Berapa yang Aktif?

Data Pemprov Banten mencatat hingga akhir 2025 terdapat sekitar 6.860 koperasi di wilayah tersebut. Jumlah itu terdiri atas 5.309 koperasi primer dan 1.551 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Namun besarnya angka itu belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan ekonomi koperasi di lapangan. Sebagian koperasi masih menghadapi persoalan klasik: lemahnya tata kelola, minim modal, dan rendahnya daya saing usaha.

Gubernur: Koperasi Harus Melek Digital

Gubernur Banten Andra Soni meminta koperasi di daerah tidak hanya aktif secara administratif, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perubahan ekonomi digital. “Koperasi harus sehat secara kelembagaan, kuat permodalannya, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ujar Andra.

Menurutnya, penguatan koperasi penting agar sektor tersebut mampu menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah sekaligus menarik minat generasi muda.

Harapan Pemerintah Pusat pada Koperasi Desa

Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengatakan pemerintah pusat menaruh harapan besar terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penggerak ekonomi desa. Ia berharap koperasi desa tidak hanya menjadi organisasi formal, tetapi benar-benar menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Tanpa pembenahan tata kelola dan distribusi, ribuan koperasi di Banten dikhawatirkan hanya aktif secara administratif tanpa memberi dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat.

Bagikan
Sumber: ekbisbanten.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks