BANTEN — Pergerakan harga emas Antam sepanjang 8-13 Juni 2026 ibarat roller coaster. Pekan dibuka dengan optimisme tipis pada Senin (8/6), di mana harga emas 1 gram naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.743.000. Namun, euforia itu cepat pudar. Dua hari berikutnya, harga konsisten merosot. Pada Rabu (10/6), emas 1 gram sudah turun ke level Rp 2.713.000.
Puncak tekanan terjadi pada Kamis (11/6). Harga emas ambruk hingga Rp 24.000 dalam sehari, menjadikannya hari paling kelam di pekan tersebut. Emas 1 gram terpangkas menjadi Rp 2.689.000. Untuk pecahan besar, emas 1.000 gram (1 kg) dibanderol Rp 2,629 miliar, turun signifikan dari posisi awal pekan yang sempat menyentuh Rp 2,683 miliar.
Buyback Justru Naik: Momentum Cairkan Investasi?
Menariknya, di tengah harga jual yang tertekan, harga buyback Antam justru menunjukkan kekuatan. Pada Jumat (12/6), harga buyback melonjak Rp 55.000. Ini menjadi kabar baik bagi pemegang emas yang ingin menjual kembali logam mulianya ke Antam, karena nilai tebus yang mereka terima justru lebih tinggi.
Kondisi ini menciptakan dinamika unik di pasar. "Kenaikan buyback di saat harga jual turun biasanya mengindikasikan bahwa Antam melihat permintaan tinggi untuk pembelian kembali emas bekas, atau sebagai respons terhadap perubahan spread harga," ujar seorang analis komoditas kepada Liputan6.com, Jumat (12/6). Meski harga jual belum pulih sepenuhnya, kenaikan buyback menjadi indikator bahwa pasar sekunder emas tetap bergairah.
Penutupan Pekan: Stabil di Level Baru
Memasuki akhir pekan, Sabtu (13/6/2026), harga emas Antam sedikit membaik. Emas 1 gram naik tipis Rp 2.000 menjadi Rp 2.711.000. Sementara itu, harga buyback juga ikut terkerek naik. Posisi ini masih jauh di bawah level awal pekan, namun setidaknya laju penurunan berhasil dihentikan.
Bagi investor, volatilitas pekan ini menjadi pengingat bahwa meskipun emas dikenal sebagai aset safe haven, pergerakan harga jangka pendek tetap rentan terhadap sentimen global, seperti data inflasi Amerika Serikat dan penguatan dolar. Fluktuasi tajam seperti yang terjadi pada Kamis lalu bisa menjadi peluang akumulasi bagi yang memiliki dana tunai, atau momen untuk mengambil untung melalui buyback yang sedang tinggi.