PANDEGLANG — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Caringin 1, Pandeglang, menghadapi masalah serius. Ratusan porsi makanan yang seharusnya dinikmati siswa justru berakhir di kandang ayam dan bebek milik warga.
Guru Kelas V SDN Caringin 1, Armadi, mengatakan jumlah siswa yang hadir di sekolah saat ini hanya sekitar separuh dari total peserta didik. Kondisi itu membuat banyak porsi makanan yang telah disiapkan tidak terdistribusi.
"Dari total siswa yang ada, banyak yang tidak masuk karena kegiatan belajar sudah mendekati akhir semester. Kami sudah mengimbau melalui grup, tetapi tetap banyak yang tidak hadir," kata Armadi, Sabtu (13/6/2026).
Mengapa Sisa Makanan Diberikan ke Ternak?
Program MBG di SDN Caringin 1 menyasar 262 siswa serta 13 guru dan satu penjaga sekolah. Namun, tidak seluruh penerima manfaat hadir saat makanan didistribusikan.
Pihak sekolah mengaku telah berupaya menghubungi siswa yang tidak masuk agar datang mengambil jatah makanan mereka. Namun, imbauan tersebut tidak mendapat respons dari sebagian besar siswa.
"Kami sudah konfirmasi kepada yang tidak hadir untuk mengambil MBG, tapi tidak ada yang datang," ujarnya.
Karena makanan yang sudah diproduksi tidak bisa disimpan terlalu lama, sekolah akhirnya menyalurkan sisa makanan kepada warga yang memiliki ternak seperti ayam dan bebek. Langkah itu dilakukan untuk menghindari makanan terbuang sia-sia sekaligus memastikan wadah makanan atau ompreng dapat segera dikembalikan dalam kondisi bersih.
"Iya mubazir. Daripada terbuang, kami kasih ke warga yang punya ternak. Ompreng juga harus kembali dalam keadaan bersih," kata Armadi.
Menu MBG Dinilai Kurang Bervariasi
Selain persoalan kehadiran siswa, pihak sekolah juga menyoroti menu MBG yang dinilai kurang bervariasi. Menurut Armadi, sejumlah siswa mulai merasa bosan karena menu yang disajikan cenderung berulang.
"Siswa mulai bosan dengan menu yang itu-itu saja," ujarnya.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pengelola program MBG di Pandeglang. Ke depan, perlu ada evaluasi menyeluruh, baik dari sisi jadwal distribusi yang menyesuaikan kalender akademik maupun variasi menu agar minat siswa tetap tinggi.