Pencarian

Motor Listrik Nasional Prabowo Dikhawatirkan Ciptakan Persaingan Tak Sehat, Pelaku Industri Minta Aturan Jelas

Selasa, 21 Juli 2026 • 09:41:01 WIB
Motor Listrik Nasional Prabowo Dikhawatirkan Ciptakan Persaingan Tak Sehat, Pelaku Industri Minta Aturan Jelas
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana peluncuran motor listrik nasional dalam beberapa pekan ke depan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

BANTEN — Pemerintah memastikan motor listrik nasional yang akan diluncurkan Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian dari strategi besar memperkuat kemandirian industri otomotif Indonesia. Kendaraan ini juga diproyeksikan mendukung mobilitas masyarakat, termasuk sebagai kendaraan operasional bagi petani. Namun, di balik rencana ambisius itu, pelaku usaha mulai menyuarakan kekhawatiran mereka.

Kekhawatiran Perlakuan Istimewa yang Bisa Mengganggu Pasar

Pelaku industri meminta pemerintah untuk tidak memberikan perlakuan khusus yang dapat menciptakan ketidakseimbangan di pasar. Mereka khawatir insentif atau kemudahan berlebih bagi motor listrik nasional justru akan mematikan produk kompetitor yang sudah lebih dulu eksis. "Kami mendukung penuh program ini, tapi harus ada kepastian bahwa persaingan tetap sehat," ujar seorang perwakilan pelaku usaha yang enggan disebut namanya.

Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Selama ini, industri otomotif roda dua di Indonesia didominasi oleh merek-merek besar yang sudah memiliki jaringan produksi dan distribusi mapan. Kehadiran motor listrik nasional dengan dukungan penuh pemerintah dikhawatirkan akan mengubah peta persaingan secara drastis.

Presiden Prabowo Targetkan Peluncuran dalam Beberapa Pekan

Presiden Prabowo sendiri telah mengumumkan rencana tersebut saat acara Panen Raya Tebu, Padi, dan Kedelai di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7). "Saya akan launching beberapa minggu ini, motor listrik nasional," ujar Prabowo di hadapan para petani. Ia juga menyebut kendaraan ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas pertanian.

Pernyataan itu menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius mendorong elektrifikasi di sektor transportasi. Namun, hingga saat ini belum ada detail teknis mengenai spesifikasi, harga, atau pabrikan yang akan memproduksi motor listrik nasional tersebut.

Antara Kemandirian Industri dan Risiko Distorsi Pasar

Di satu sisi, program ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan pada impor komponen dan bahan bakar fosil. Di sisi lain, tanpa aturan main yang jelas, ada risiko program ini justru menimbulkan distorsi pasar. Pelaku industri berharap pemerintah segera merumuskan skema yang transparan, termasuk mekanisme insentif dan standar teknis yang berlaku sama untuk semua pemain.

Belum ada pernyataan resmi dari Kementerian Perindustrian atau instansi terkait mengenai kekhawatiran ini. Publik dan pelaku industri masih menunggu kejelasan skema kebijakan sebelum motor listrik nasional resmi meluncur.

Bagikan
Sumber: insight.kontan.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks