BANTEN — FIFA merilis rekaman sudut pandang wasit tersebut pada Sabtu ini, menampilkan detail percakapan di lapangan yang tidak tertangkap siaran televisi. Dalam cuplikan yang viral, Vincic terlihat mendekati Messi dan berkata, "Kendalikan Paredes!", merujuk pada gelandang Argentina yang sudah mengantongi kartu kuning dan terlibat beberapa kali gesekan dengan pemain Spanyol.
Permintaan wasit kepada kapten Argentina itu langsung menjadi bola panas di media sosial. Suporter Spanyol menilai sikap Vincic sebagai bukti adanya perlakuan berbeda terhadap Messi dan Argentina, meski cuplikan singkat tersebut tidak cukup kuat untuk membuktikan keberpihakan sang pengadil lapangan.
Enzo Fernandez Diusir, Paredes Justru "Diamankan"
Kontroversi tidak berhenti di situ. Vincic mengambil keputusan tegas dengan mengusir bintang Chelsea, Enzo Fernandez, setelah pemain tersebut menerima dua kartu kuning. Kartu pertama akibat protes berlebihan, sementara kartu kedua datang setelah ia melakukan pelanggaran keras.
Situasi ini kontras dengan perlakuan terhadap Paredes. Alih-alih langsung memberikan kartu kedua, Vincic justru memilih pendekatan berbeda dengan meminta bantuan Messi untuk menenangkan rekannya. Keputusan ini yang kemudian memicu pertanyaan besar dari kubu Spanyol: mengapa standar penilaian wasit terkesan berbeda untuk dua pemain Argentina yang sama-sama berisiko diusir?
Dari Terowongan hingga Medali: Semua Terekam
Rekaman RefCam tidak hanya menyoroti momen kontroversial tersebut. Teknologi ini mendokumentasikan keseluruhan rangkaian final, mulai dari suasana ruang ganti dan lorong menuju lapangan, hingga prosesi pengalungan medali bagi para pemain. Publik kini bisa melihat secara langsung bagaimana wasit berkomunikasi dengan ofisial dan pemain di momen-momen krusial.
Sepanjang pertandingan, rekaman itu juga merekam berbagai gesekan dan keputusan kartu yang terjadi. Spanyol akhirnya memastikan gelar juara dunia lewat gol tunggal Ferran Torres yang membawa kemenangan tipis 1-0 atas Argentina.
Rekam Jejak Vincic: Langganan Laga Panas
Penunjukan Vincic untuk partai puncak ini sejatinya bukan tanpa alasan. Wasit 45 tahun itu punya pengalaman memimpin laga-laga berisiko tinggi. Ia pernah menjadi pengadil di final Liga Champions 2024 antara Real Madrid dan Borussia Dortmund, serta memimpin semifinal Euro 2024 yang mempertemukan Spanyol melawan Prancis.
FIFA sendiri belum memberikan pernyataan resmi terkait polemik yang muncul dari rekaman tersebut. Namun, rilisnya video ini membuka diskusi baru tentang transparansi kepemimpinan wasit di turnamen sebesar Piala Dunia, sekaligus menjadi bahan analisis bagi tim pelatih Spanyol yang merasa dirugikan.