CILEGON — Syaeful menegaskan pembangunan sumber daya manusia di Kota Cilegon tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan dunia usaha, industri, tokoh masyarakat, ulama, pendidik, hingga pemuda. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci agar pembangunan tidak hanya menyentuh infrastruktur, tetapi juga kualitas pendidikan warga.
"Wali Kota Cilegon mengajak kepada seluruh elemen Kota Cilegon, baik itu pemerintah, elemen pengusaha, terutama industri Kota Cilegon, tokoh masyarakat, pendidik, ulama, pemuda, dan seluruh elemen untuk sekali lagi ayo bersama membangun Cilegon," kata Syaeful.
Konsep Rumah Bersama untuk Kualitas SDM
Ia mengibaratkan Cilegon sebagai rumah bersama yang harus saling mendukung. Syaeful menekankan bahwa rasa memiliki terhadap kota ini harus diterjemahkan dalam aksi nyata, salah satunya melalui peningkatan mutu pendidikan.
"Jadikan Cilegon rumah kita bersama yang saling mensupport, saling mendukung. Karena membangun Cilegon bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," ujarnya.
Pendidikan Kunci Hadapi Perubahan Zaman
Syaeful menilai pendidikan merupakan fondasi untuk mencetak generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman. Semangat kemerdekaan yang diperingati setiap 17 Agustus, kata dia, relevan jika diwujudkan dengan komitmen kuat memajukan sektor pendidikan.
"Cilegon Juara itu juga harus dengan gerakan 'Cilegon Mendidik, Sedanten Terdidik'," ungkapnya.
Harapannya, dengan kualitas pendidikan yang merata, Cilegon mampu menjadi tempat tinggal yang nyaman bagi seluruh warganya. "Sehingga kita berharap Kemerdekaan 81 Tahun ini benar-benar kita bisa jadikan Cilegon rumah yang nyaman untuk kita tinggali," katanya.
Membangun Lingkungan Sosial yang Saling Mendukung
Lebih jauh, Syaeful mengaitkan konsep rumah bersama dengan kehidupan sosial masyarakat. Ia berharap lingkungan yang terbangun bukan hanya aman secara fisik, tetapi juga nyaman secara sosial dan spiritual.
"Kita ingin Cilegon menjadi rumah yang nyaman untuk melaksanakan hidup, baik sebagai bangsa, bernegara, sebagai warga agama maupun sebagai warga sosial masyarakat," ujarnya.