CILEGON — Murid kelas 1 hingga kelas 6 SD Bosowa Al Azhar Cilegon mengikuti rangkaian edukasi keselamatan yang dibagi dalam dua kelompok usia. Kelompok kelas 1 sampai kelas 3 mendapat materi dari Irfan Ramadhan, sementara kelas 4 hingga kelas 6 mengikuti sesi bersama Feri Krisna, S.AP.
Pembagian itu dilakukan agar isi materi bisa disesuaikan dengan tingkat pemahaman tiap kelompok. Meski begitu, keduanya mengarah pada tujuan yang sama: murid mengenal tugas Tim SAR sekaligus tahu cara melindungi diri saat keadaan darurat.
Dari Pengenalan Profesi ke Edukasi Keselamatan
Pada sesi awal, murid diajak memahami peran Tim SAR dalam memberikan pertolongan dan menangani kondisi darurat. Penjelasan itu kemudian berkembang ke materi keselamatan, termasuk pentingnya bersikap tenang, memperhatikan kondisi sekitar, dan mengetahui tindakan yang tepat saat bencana terjadi.
Interaksi tidak berjalan satu arah. Murid diberi ruang untuk menyimak penjelasan sekaligus melontarkan pertanyaan kepada petugas. Antusiasme paling terlihat ketika petugas SAR menceritakan pengalaman mereka dalam menjalankan tugas di lapangan.
Feri Krisna menyebut keaktifan murid sebagai salah satu hal yang menarik selama kegiatan berlangsung.
"Anak-anak sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan. Mereka juga aktif bertanya selama acara berlangsung. Kami berharap apa yang disampaikan hari ini dapat menambah pengetahuan mereka, khususnya mengenai keselamatan dan apa yang perlu dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat," ujar Feri.
Simulasi Gempa Bumi Jadi Bagian Praktik Langsung
Setelah sesi materi, murid tidak berhenti pada pemahaman teori. Simulasi bencana gempa bumi menjadi bagian dari kegiatan untuk memberi pengalaman langsung kepada mereka.
Dalam simulasi tersebut, murid mengikuti arahan petugas dan mempraktikkan langkah-langkah keselamatan ketika gempa terjadi. Suasana Career Day pun berjalan lebih interaktif karena murid terlibat langsung, bukan sekadar mendengarkan penjelasan di dalam kelas.
Melalui cara itu, pesan mengenai kebencanaan disampaikan lewat pengalaman, sehingga murid memahami bahwa kesiapsiagaan dibangun dari pengetahuan dan latihan.
Kepala Sekolah: Bekal untuk Hadapi Situasi Darurat
Kepala SD Bosowa Al Azhar Cilegon, Laila Amalia, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Tim SAR Banten yang meluangkan waktu memberikan edukasi kepada para murid.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Tim SAR Banten yang telah memberikan edukasi kepada murid-murid kami. Kegiatan ini sangat berarti karena anak-anak tidak hanya mengenal profesi Tim SAR, tetapi juga belajar mengenai penanganan dan keselamatan diri bila terjadi bencana. Terlebih, mereka mendapatkan kesempatan untuk mengikuti simulasi sehingga apa yang disampaikan dapat dipraktikkan secara langsung," ungkap Laila.
Menurut Laila, pengenalan profesi lewat Career Day menjadi bagian dari upaya sekolah memberi pengalaman belajar yang lebih luas. Kehadiran praktisi dari dunia kerja memberi gambaran nyata mengenai berbagai profesi sekaligus nilai-nilai yang menyertainya, seperti keberanian, kepedulian, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan.
Dari kegiatan itu, SD Bosowa Al Azhar Cilegon tidak hanya memperkenalkan profesi Tim SAR kepada murid, tetapi juga menjadikan Career Day sebagai ruang pembelajaran tentang keselamatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.