TANGERANG — Ribuan pelajar dan komunitas pemuda memadati kawasan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang pada Minggu (16/8) dalam gelaran Kirab Merah Putih. Di tengah kemeriahan marching band dan atraksi debus, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan pesan tegas: generasi muda harus menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton.
“Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen membangun dengan semangat kolaborasi. Saya mengajak generasi muda untuk mengisi kemerdekaan dengan kreativitas, teknologi, dan intelektualitas,” ujar Andra di hadapan peserta kirab.
Andra mengaitkan semangat kirab dengan sejarah panjang perjuangan pemuda di Tangerang. Ia menyinggung Peristiwa Lengkong yang lokasinya hanya beberapa kilometer dari lokasi acara. Pada 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin para kadet Akademi Militer Tangerang dalam upaya melucuti senjata tentara Jepang.
Menurut Andra, pengorbanan para taruna itu adalah bukti bahwa anak muda selalu menjadi garda terdepan perubahan. Kini, medan perjuangannya berbeda.
“Mari kita jaga persatuan, kita perkuat gotong royong. Kita isi kemerdekaan dengan kerja nyata. Kita bangun Banten sebagai bagian penting mewujudkan Indonesia Emas 2045,” katanya.
Gubernur menekankan bahwa anak muda saat ini memiliki akses terhadap teknologi yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. Peluang itu harus dimanfaatkan untuk menciptakan solusi bagi persoalan masyarakat, bukan justru terserap pada hal-hal yang kontraproduktif.
Ia menambahkan, semangat inovasi yang digaungkan harus tetap berpijak pada nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan gotong royong. Kemajuan teknologi tanpa karakter kebangsaan, kata dia, hanya akan melahirkan generasi yang individualistis.
Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri Aang Witarsa Rofik yang turut hadir memberikan apresiasi atas pelaksanaan kirab yang melibatkan pelajar SMA-SMK dan Gen Z. Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi perekat persatuan di tengah keberagaman.
“Kami sangat mengapresiasi setiap kegiatan yang dirangkai atribut negara bendera merah putih sebagai pemersatu dan pelecut semangat,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hadiah dari penjajah, melainkan hasil perjuangan para pahlawan. Ia meminta generasi muda meneruskan estafet perjuangan dengan cara belajar sungguh-sungguh.
“Kita mengisinya dengan karya nyata, belajar, dan rasa syukur kepada Allah SWT,” kata Sachrudin.
Kirab Merah Putih diawali dari Stadion Benteng menuju Taman Elektrik. Sepanjang rute, masyarakat menyaksikan penampilan marching band, pentas seni debus, hingga tari gandrung yang menjadi ciri khas budaya Banten.
Puncak acara ditandai dengan penyerahan bendera Merah Putih kepada perwakilan masyarakat serta pembacaan deklarasi sikap kebangsaan. Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat rasa persatuan di kalangan generasi muda menjelang peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia.