BANTEN — Penyesuaian harga BBM di awal Agustus 2026 masih berlaku hingga hari ini, Kamis (20/8/2026). Dari pantauan di sejumlah SPBU, pergerakan harga tidak seragam: bensin nonsubsidi mayoritas turun, sementara produk diesel dari Shell, BP, dan Vivo kompak naik ke angka yang sama, Rp 21.910 per liter.
PT Pertamina Patra Niaga memangkas harga tiga produk bensin nonsubsidi. Pertamax RON 92 kini dibanderol Rp 15.950 per liter, turun dari sebelumnya Rp 16.250 per liter. Penurunan lebih dalam terjadi pada Pertamax Turbo RON 98 yang turun Rp 1.000 dari Rp 19.300 menjadi Rp 18.300 per liter.
Pertamax Green 95 juga ikut turun dari Rp 17.000 menjadi Rp 16.600 per liter. Untuk segmen diesel, harga Dexlite dan Pertamina Dex tidak berubah, masing-masing di angka Rp 19.700 dan Rp 21.150 per liter. Harga Pertalite dan Biosolar juga tetap di Rp 10.000 dan Rp 6.800 per liter.
BP-AKR mengikuti tren penurunan untuk produk bensinnya. Harga BP 92 turun dari Rp 16.670 menjadi Rp 16.130 per liter, sementara BP Ultimate turun dari Rp 17.240 menjadi Rp 16.760 per liter. Informasi ini dikonfirmasi melalui unggahan resmi akun Instagram BP Indonesia.
Namun, untuk varian diesel, BP Ultimate Diesel mengalami kenaikan signifikan dari Rp 21.340 menjadi Rp 21.910 per liter. Kenaikan ini menyamakan posisinya dengan kompetitor di segmen yang sama.
Shell menaikkan harga V-Power Diesel ke Rp 21.910 per liter, naik Rp 570 dari periode sebelumnya. Menariknya, pada daftar harga 20 Agustus 2026, produk bensin Shell seperti Shell Super, V-Power, dan V-Power Nitro+ tercatat tidak tersedia atau kosong.
Vivo juga melakukan penyesuaian di tiga produk. Revvo 92 turun ke Rp 16.130 per liter, sejajar dengan BP 92. Sementara Revvo 95 naik menjadi Rp 17.760 per liter dan Diesel Primus naik ke Rp 21.910 per liter, mengikuti level harga diesel kompetitor.
Pola pergerakan harga kali ini cukup jelas: persaingan harga bensin nonsubsidi semakin ketat, terutama di kisaran RON 92 yang kini kompak di angka Rp 16.130 per liter untuk BP dan Vivo. Sementara itu, harga diesel dari tiga merek asing justru serempak berada di level Rp 21.910 per liter.
Kenaikan harga diesel ini berpotensi membebani biaya operasional kendaraan komersial dan SUV diesel yang banyak beredar di Indonesia. Konsumen yang rutin menggunakan kendaraan diesel nonsubsidi perlu memperhitungkan ulang anggaran bahan bakarnya.