Kejurnas Hoki Indoor 2026 Resmi Dibuka di Kota Tangerang, 12 Provinsi Siap Bertanding hingga 30 Agustus

Penulis: Nurul Huda  •  Senin, 24 Agustus 2026 | 10:31:01 WIB
Pembukaan Kejurnas Hoki Indoor 2026 di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, ditandai dengan prosesi penekanan tombol sirene oleh Gubernur Banten Andra Soni.

TANGERANG — Sebanyak 12 kontingen provinsi siap beradu strategi dan kecepatan di GOR Nambo Jaya Sport Center, Kota Tangerang, dalam Kejurnas Hoki Indoor 2026. Kejuaraan yang berlangsung sejak 21 hingga 30 Agustus ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian prestasi, tetapi juga penentu poin penting bagi atlet untuk kualifikasi menuju level internasional.

Pembukaan kejuaraan ditandai dengan prosesi penekanan tombol sirene oleh Gubernur Banten Andra Soni bersama jajaran pengurus olahraga nasional. Turut hadir Ketua Umum Federasi Hoki Indonesia (FHI) Mayjen TNI (Purn) Budi Sulistijono, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, serta Wakil Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Andrie T.U. Soetarno.

Gubernur Andra Soni: Kesiapan Banten untuk Event Nasional

Andra Soni yang merupakan mantan atlet hoki turut ambil bagian dalam prosesi kick-off dengan melakukan operan bola bersama Sekretaris Jenderal FHI Yasser Arafat Suaidy. Momen ini menjadi simbol sinergi antara pemerintah daerah dan pengurus pusat dalam memajukan cabang olahraga hoki di Indonesia.

“Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen untuk terus mendorong kemajuan dan prestasi olahraga, baik di tingkat daerah maupun nasional,” ujar Andra dalam sambutannya.

Menurutnya, penyelenggaraan kejurnas ini menjadi bukti nyata kesiapan Banten sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga tingkat nasional. Selain itu, kejuaraan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang uji coba bagi para atlet menjelang Porprov Banten 2026 dan PON 2028.

Pembinaan Jangka Panjang Menuju PON XXIII 2032

Ke depan, Pemerintah Provinsi Banten berencana mengoptimalkan pembinaan atlet hoki sejak tingkat pelajar. Langkah ini ditempuh dengan memasukkan olahraga hoki ke dalam program ekstrakurikuler sekolah serta melengkapi fasilitas olahraga, baik untuk kategori hoki ruangan (indoor) maupun lapangan (field).

“Ke depan, kami akan mengoptimalkan pembinaan atlet hoki sejak tingkat pelajar di sekolah-sekolah serta melengkapi fasilitas olahraga hoki ruangan maupun lapangan,” kata Andra.

Nilai Strategis Kejurnas: Poin Lebih Tinggi dari PON dan SEA Games

Ketua Umum FHI Budi Sulistijono mengapresiasi antusiasme penyelenggaraan kejurnas di Banten. Ia menegaskan bahwa Kejurnas Hoki memiliki nilai strategis karena perolehan poinnya lebih besar dibandingkan ajang PON maupun SEA Games untuk penentuan peringkat atlet.

“Kejurnas ini sangat strategis karena perolehan poinnya lebih tinggi daripada PON ataupun SEA Games untuk penentuan peringkat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menambahkan bahwa poin dari kejurnas juga berperan penting dalam pemeringkatan kualifikasi Olimpiade. Pasalnya, setiap negara hanya diperbolehkan menggelar satu kali kejurnas dalam setahun, menjadikan ajang ini sebagai sumber poin terbesar bagi atlet.

“Saat ini, delapan atlet hoki Indonesia sudah berlaga di kancah dunia, membuktikan peran Indonesia makin diperhitungkan,” katanya.

12 Kontingen Siap Bertanding, Target Perbaiki Prestasi

Adapun 12 kontingen yang ambil bagian dalam kejurnas ini berasal dari Banten, Sumatera Utara, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Barat.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat Andrie T.U. Soetarno mengingatkan bahwa hoki Indonesia pernah menyumbangkan medali emas pada SEA Games Kamboja 2023. Ia berharap para atlet mampu bertanding secara maksimal dan tetap menjunjung tinggi sportivitas untuk menyongsong berbagai agenda olahraga besar berikutnya.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top