TANGGERANG SELATAN — Kepala Diskominfo Tangsel Tb Asep Nurdin menyatakan pelatihan digelar untuk mendorong pemuda masjid agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya dan inovasi. Program tersebut dijalankan bersama Gerakan Pejuang Subuh (GPS) sebagai mitra kolaborasi.
Materi yang dibekalkan berfokus pada bidang-bidang esensial yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif digital masa kini. Dua bidang utama yang diajarkan adalah pemrograman komputer (coding) dan produksi konten digital.
Asep menilai penguasaan kedua materi tersebut memberi nilai tambah signifikan bagi pengembangan kapasitas individu. Keterampilan itu sekaligus memperluas peran positif generasi muda di ruang publik daring.
"Melalui pelatihan coding dan konten digital, peserta dibekali keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri hingga menyebarkan informasi positif di ruang digital," ungkap Asep.
Kolaborasi Diskominfo Tangsel dan GPS mengubah fungsi masjid lebih dari sekadar pusat ibadah ritual. Masjid didorong bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan umat berbasis teknologi.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan memandang keterlibatan aktif pemuda masjid dalam ekosistem teknologi sebagai kunci menjaga ruang digital tetap sehat dan konstruktif. Program ini diarahkan melahirkan SDM lokal yang berdaya saing tinggi.
"Harapannya, pemuda masjid bisa makin kreatif, produktif, dan ikut berkontribusi membangun ekosistem digital yang positif," pungkas Asep.
Pelatihan menempatkan pemuda masjid sebagai aktor yang mengisi ruang digital dengan konten konstruktif. Bekal coding memberi mereka kemampuan teknis membangun produk, sementara keterampilan produksi konten membekali cara menyampaikan informasi secara positif.
Diskominfo Tangsel belum merinci jumlah peserta maupun jadwal pelatihan lanjutan. Namun arah program sudah jelas: memperkuat kapasitas generasi muda Tangsel agar tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi informasi yang kian masif.