Pencarian

Karhutla di Maros-Pangkep Ancam Lukisan Gua Tertua Dunia

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 17:07:01 WIB
Karhutla di Maros-Pangkep Ancam Lukisan Gua Tertua Dunia
Kebakaran hutan dan lahan di kawasan karst Maros-Pangkep mendekati gua berisi seni cadas tertua di dunia.

BANTEN — Kebakaran hutan dan lahan di kawasan karst Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan, mendekati gua-gua berisi seni cadas tertua di dunia, dengan api sempat menyala sekitar 800 meter dari lukisan. Lebih dari 270 hektar area taman nasional terbakar antara 30 September dan 18 Oktober, sementara kondisi lahan masih kering tanpa hujan. Panas dan jelaga disebut berpotensi merusak lukisan berusia puluhan ribu tahun yang menjadi bukti sejarah manusia paling penting di kawasan tersebut.

Pemadam kebakaran Muhammad Ikfar menyatakan api telah membakar area di dekat gua selama lebih dari satu minggu pada awal bulan ini. Jarak api sempat menyusut hingga 800 meter dari mulut gua, memaksa petugas berjibaku memadamkan titik-titik api di bagian lain taman nasional pada Kamis dan Jumat.

Lukisan Apa yang Terancam

Kawasan Maros-Pangkep menyimpan seni cadas yang menggambarkan sosok mirip manusia berinteraksi dengan seekor babi. Peneliti Griffith University memperkirakan lukisan tersebut berusia setidaknya 51.200 tahun.

Ancaman serupa membayangi sebuah gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Di lokasi itu terdapat cap tangan berwarna kemerahan berusia lebih dari 67.800 tahun yang diyakini sebagai seni cadas tertua di dunia.

Mengapa Panas dan Asap Merusak Lukisan

Arkeolog Griffith University Basran Burhan menjelaskan panas menjadi dampak pertama dan paling merusak. Bahkan tanpa menyentuh lukisan secara langsung, api dapat merusak karena mengubah suhu di sekitar lukisan dan mempercepat proses korosi.

Asap dari kebakaran hutan menghasilkan jelaga yang menutupi lukisan sehingga terlihat buram dan sulit diidentifikasi. Kondisi ini menyulitkan upaya dokumentasi dan konservasi seni cadas yang selama ini menjadi rujukan penelitian arkeologi dunia.

Kondisi Lapangan Belum Membaik

Hingga akhir pekan lalu, petugas masih berupaya memadamkan api di sejumlah titik taman nasional. Lingkungan sekitar gua dan taman nasional masih kering dan belum turun hujan, sehingga potensi api meluas kembali belum tertutup.

Kawasan karst yang menjadi ciri taman nasional dan UNESCO Global Geopark ini menyimpan menara kapur yang mengelilingi gua-gua purba. Asap yang mengepul di atas formasi karst terlihat dari area sekitar lokasi kebakaran.

Seruan Mitigasi Taktis

Basran memperingatkan dampak jangka panjang bila penanganan tidak segera dilakukan. Menurut dia, tanpa upaya mitigasi taktis untuk insiden ini, Indonesia berisiko kehilangan salah satu bukti sejarah manusia yang paling menakjubkan di Maros-Pangkep.

Pemerintah dan pengelola taman nasional belum mengumumkan langkah lanjutan untuk melindungi gua-gua tersebut. Pengawasan terhadap titik api di sekitar situs seni cadas menjadi kunci mencegah kerusakan permanen.

Follow kabarcilegon.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: inet.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks