Kampung Mongol di Tanjung Lesung Banten Hadirkan Tenda Ger Asli hingga Patung Genghis Khan, Cuma 2,5 Jam dari Jakarta

Penulis: Nurul Huda  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 20:46:06 WIB
Patung Genghis Khan megah menyambut pengunjung di Kampung Mongol, Tanjung Lesung, Banten.

PANDEGLANG — Tak perlu repot mengurus paspor atau menghabiskan biaya mahal untuk merasakan sensasi hidup di padang rumput Mongolia. Cukup meluncur ke pesisir barat Banten, wisatawan sudah bisa berdiri di depan patung besar Genghis Khan dan masuk ke dalam tenda tradisional Ger yang orisinal.

Mongolian Culture Center berdiri di atas lahan seluas sekitar satu hektare di kawasan Tanjung Lesung. Seluruh kompleks dirancang langsung oleh Duta Besar Mongolia untuk Indonesia, D. Enkhtaivan, dan menggunakan material serta ornamen yang diimpor langsung dari Mongolia. Salah satu ikon yang paling menyita perhatian adalah patung besar Genghis Khan yang berdiri megah di dekat pintu masuk kawasan.

Suasana Kampung Mongol: Dari Tenda Ger hingga Kostum Raja

Pengunjung bisa masuk ke dalam Ger, tenda tradisional berbentuk melingkar yang menjadi tempat tinggal masyarakat nomaden Mongolia. Bagian dalam tenda dihiasi ornamen etnik khas Mongolia dengan dominasi warna oranye serta ukiran tradisional yang otentik.

Wisatawan juga dapat mencoba berbagai kostum khas Mongolia, mulai dari pakaian panglima perang hingga busana raja dan ratu lengkap dengan singgasananya. Spot ini menjadi favorit untuk berfoto dan merasakan sensasi menjadi keluarga kerajaan Mongol. Selain itu, tersedia arena memanah ala prajurit Mongol—olahraga yang menjadi senjata utama bangsa tersebut saat membangun kekaisaran terbesar di dunia pada abad ke-13.

Momen 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Mongolia

Kehadiran kampung budaya ini bukan sekadar atraksi wisata. Duta Besar Mongolia D. Enkhtaivan menyebut bahwa tahun 2026 menjadi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik antara Mongolia dan Republik Indonesia.

"Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin erat, tidak hanya dalam kolaborasi budaya, tetapi juga pariwisata," ujar Enkhtaivan dalam sesi khusus bertajuk "Go Mongolia" di Jakarta Marketing Week 2026.

Acara tersebut juga dihadiri oleh founder PT Jababeka Tbk sekaligus Utusan Budaya Mongolia di Indonesia, SD Darmono. Ia menjadi tokoh kunci di balik hadirnya pusat budaya ini di Tanjung Lesung.

Akses Makin Cepat, Tol Selesai Akhir 2026

Salah satu kendala utama wisatawan menuju Tanjung Lesung selama ini adalah waktu tempuh yang panjang. Kini, kondisi itu mulai berubah. SD Darmono menjelaskan, perjalanan dari Jakarta saat ini hanya sekitar 2,5 hingga 3 jam berkat beroperasinya Tol Serang–Panimbang Seksi I.

"Jika tol selesai seluruhnya pada akhir 2026, waktu tempuh bisa menjadi sekitar 2 jam saja," kata Darmono.

Tak hanya menikmati budaya Mongolia, kawasan Tanjung Lesung juga menawarkan beragam aktivitas lain. Pengunjung bisa mencoba olahraga air seperti jetski, snorkeling, dan banana boat, hingga wisata udara menggunakan pesawat kecil untuk melihat Gunung Krakatau dan Anak Krakatau dari atas. Berbagai pilihan penginapan untuk keluarga, pasangan, maupun solo traveler juga tersedia di kawasan ini.

"Saya berharap masyarakat bisa datang ke Tanjung Lesung dan merasakan langsung uniknya budaya Mongolia tanpa harus pergi jauh ke luar negeri," tutup Darmono.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: industry.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top