BANTEN — Instagram resmi memperkenalkan Instants, fitur berbagi foto yang dirancang untuk momen spontan dan tanpa filter. Foto yang dikirim bersifat sementara (ephemeral) bagi penerima, tapi tetap tersimpan di arsip pengirim hingga satu tahun. Bedanya dengan Stories yang terbuka untuk semua pengikut, Instants hanya dikirim ke teman yang dipilih secara spesifik.
Pengguna bisa mengirim foto langsung ke daftar teman tertentu. Penerima bisa memberikan reaksi atau membalas, dan balasan tersebut otomatis masuk ke inbox Direct Message (DM) pengirim. Foto tidak bisa dilihat ulang oleh penerima setelah ditutup, mirip dengan konsep "view once" yang sudah ada di WhatsApp.
Instagram juga menyediakan aplikasi pendamping (companion app) bernama Instants. Aplikasi ini memberikan akses kamera yang lebih cepat untuk mengambil dan langsung mengirim foto tanpa harus membuka aplikasi Instagram utama.
Fitur Instants mulai digulirkan secara bertahap ke pengguna iOS dan Android. Namun, peluncuran awal hanya dilakukan di negara-negara tertentu (select countries). Belum ada konfirmasi resmi mengenai ketersediaan di Indonesia. Instagram menyebut perluasan wilayah akan menyusul setelah fase pertama berjalan.
Instants berbeda dari Stories yang bersifat publik atau semi-publik (Close Friends). Stories bisa dilihat berkali-kali dalam 24 jam, sementara Instants hanya bisa dilihat sekali oleh penerima. Berbeda pula dengan pesan DM biasa yang permanen di kedua sisi, Instants hanya menyimpan foto di arsip pengirim selama maksimal satu tahun.
Fitur ini juga memungkinkan pengirim membuat "recap" dari foto-foto Instants yang sudah dikirim dan membagikannya kembali ke Stories. Recap bersifat opsional dan berisi koleksi momen yang sudah dipilih pengguna.
Dalam pengumuman resminya, Instagram menyebut Instants sebagai "a new way to share in the moment - with spontaneous, unfiltered photos" — cara baru berbagi momen dengan foto spontan dan tanpa filter. Frasa "tanpa filter" menegaskan bahwa fitur ini tidak mendorong pengeditan berlebihan, melainkan keaslian momen.
Dengan hadirnya Instants, Instagram memperkuat lini fitur privat yang terpisah dari feed dan Stories publik. Langkah ini mirip dengan strategi Snapchat yang sejak awal mengusung konsep foto sementara, namun dengan jangkauan terbatas ke kontak spesifik.
Instants paling cocok untuk pengguna yang ingin berbagi momen pribadi tanpa harus membuka Stories atau mengirim ke semua pengikut. Fitur ini menjembatani celah antara DM yang terlalu privat dan Stories yang terlalu publik. Namun, ketersediaan di Indonesia masih menunggu, jadi pengguna lokal perlu bersabar hingga Instagram memperluas jangkauan rollout-nya.