BANTEN — Kebakaran yang melanda kawasan padat penduduk di Kemayoran pada [hari dan tanggal kejadian] memaksa ratusan kepala keluarga kehilangan rumah dan harta benda. Data sementara yang dihimpun petugas di lokasi mencatat sebanyak 620 jiwa dari 330 KK menjadi korban terdampak langsung musibah ini.
Proses pemadaman api berlangsung tidak mudah. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi mengaku kesulitan bergerak karena akses jalan menuju titik api sangat sempit, hanya cukup dilalui satu mobil pemadam.
“Kami kesulitan mengakses lokasi karena jalanan sempit dan banyak warga yang berkerumun menyaksikan kebakaran,” ujar seorang petugas di lapangan. Kerumunan ini justru menghambat pergerakan petugas dan memperlambat proses pemadaman.
Api yang cepat membesar akibat material bangunan yang mudah terbakar membuat warga tidak sempat menyelamatkan barang berharga. Sebagian besar korban hanya bisa menyelamatkan diri dan dokumen penting seadanya. Belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa dalam peristiwa ini.
Pemerintah Kota Jakarta Pusat bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mendirikan posko pengungsian sementara di lokasi terdekat. Logistik berupa makanan, air bersih, dan selimut mulai didistribusikan kepada para pengungsi sejak malam hari.
Petugas gabungan dari kepolisian, TNI, dan dinas sosial masih melakukan pendataan detail terhadap jumlah korban dan kerugian materiel. Proses pendinginan dan penyelidikan penyebab kebakaran juga masih berlangsung.
Warga yang rumahnya ludes terbakar untuk sementara akan ditempatkan di lokasi pengungsian yang telah disiapkan. Pemerintah setempat berjanji akan mempercepat proses relokasi agar warga dapat segera kembali menjalani aktivitas normal. Belum ada kepastian mengenai bantuan perbaikan rumah bagi korban kebakaran ini.