BANTEN — Google menghentikan operasional Pixel Studio, aplikasi bawaan untuk menghasilkan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diperkenalkan kurang dari dua tahun lalu. Lewat pembaruan versi 2.3 yang mulai didistribusikan secara bertahap, aplikasi tersebut tidak lagi bisa digunakan untuk membuat gambar baru.
Konfirmasi penutupan ini pertama kali disampaikan Google kepada 9to5Google pada Februari 2026 lalu. Kini, pengguna yang membuka Pixel Studio hanya akan melihat tombol “Open Gemini” yang mengarahkan ke Google Play Store dan pesan untuk menggunakan “Nano Banana” di aplikasi Gemini.
Pembaruan ini menghilangkan seluruh antarmuka utama untuk pembuatan gambar. Antarmuka generator gambar lenyap dan digantikan oleh layar statis berisi dua elemen: tombol unduh Gemini dan arsip karya pengguna yang sudah dibuat sebelumnya.
Tim Android Authority berhasil mengakses file APK pembaruan ini dan membagikan tangkapan layar yang memperlihatkan tampilan aplikasi setelah dinonaktifkan. Tidak ada lagi kolom prompt, galeri hasil generate, atau alat edit berbasis AI yang sebelumnya tersedia.
Pixel Studio pertama kali hadir di lini Pixel 9 dengan fungsi utama membuat gambar dari perintah teks. Pengguna bisa menyisipkan gambar yang sudah ada sebagai referensi atau membuat stiker selain gambar standar. Aplikasi ini sempat mengalami masalah di awal peluncuran sebelum Google menyempurnakannya lewat beberapa pembaruan.
Fitur-fitur yang ditambahkan sepanjang masa pakainya meliputi integrasi dengan papan ketik Gboard, kemampuan menghasilkan figur manusia, dan alat edit berbasis generative AI. Seluruh fitur tersebut kini tidak dapat diakses lagi lewat Pixel Studio.
Google mengarahkan pengguna ke dua alternatif. Pertama, aplikasi Gemini yang bisa diunduh dari Google Play Store. Kedua, fitur bernama “Nano Banana” yang tersedia di dalam aplikasi Gemini untuk pembuatan gambar dan animasi.
Bagi pengguna yang khawatir kehilangan hasil karya lama, Google memastikan gambar yang sudah pernah dibuat masih tersimpan di dalam aplikasi. Arsip tersebut tetap bisa dilihat meskipun fitur pembuatan gambar baru sudah dinonaktifkan.
Penutupan ini paling terasa bagi pemilik Pixel 9 series yang menjadi perangkat pertama membawa Pixel Studio sebagai aplikasi bawaan. Mereka kehilangan akses langsung ke alat pembuat gambar AI yang sebelumnya terintegrasi erat dengan sistem.
Langkah Google menutup Pixel Studio menunjukkan pergeseran strategi perusahaan dalam mengelola layanan AI. Alih-alih mempertahankan aplikasi terpisah, Google memilih mengonsolidasikan kemampuan pembuatan gambar ke dalam platform Gemini yang lebih besar dan sudah memiliki basis pengguna lebih luas.
Pembaruan Pixel Studio v2.3 saat ini masih dalam tahap distribusi bertahap. Tidak semua pengguna langsung mendapatkannya secara bersamaan. Google tidak menyebutkan jadwal pasti kapan pembaruan akan menjangkau seluruh perangkat Pixel yang kompatibel.
Pengguna yang belum menerima pembaruan tetap bisa menggunakan Pixel Studio seperti biasa hingga notifikasi pembaruan muncul di perangkat mereka.