BANTEN — Popularitas mobil listrik di Indonesia terus meroket. Selain lebih hemat biaya operasional, infrastruktur pengisian daya yang makin masif dan dukungan pemerintah lewat insentif pajak membuat kendaraan ini tak lagi sekadar tren, melainkan pilihan rasional jangka panjang.
Menangkap momentum itu, BRI meluncurkan program promo bunga spesial untuk pembiayaan mobil listrik melalui lini bisnis Kredit Kendaraan Bermotor (KKB). Bunga mulai 3 persen flat per tahun berlaku untuk berbagai merek mobil listrik yang bekerja sama dengan perseroan.
BRI KKB menawarkan tenor fleksibel hingga beberapa tahun, dengan uang muka yang bisa disesuaikan. Calon pembeli tak perlu menyiapkan dana besar di awal karena cicilan bulanan sudah dihitung dengan bunga rendah.
Program ini menyasar segmen pekerja milenial dan Gen Z yang mulai sadar pentingnya efisiensi energi. Mereka bisa memiliki mobil listrik dengan cicilan setara kendaraan konvensional, bahkan lebih ringan.
BRI juga menggandeng sejumlah diler resmi dan produsen otomotif untuk memperluas opsi pilihan. Mulai dari city car hingga SUV listrik, semua bisa dibiayai lewat skema promo ini.
Selain bunga rendah, pemilik mobil listrik diuntungkan biaya perawatan yang lebih murah ketimbang mobil berbahan bakar minyak. Tidak perlu ganti oli, busi, atau komponen mesin kompleks lainnya. Cukup perawatan baterai dan ban secara berkala.
Pemerintah juga memberikan insentif berupa pembebasan PPnBM untuk kendaraan listrik, yang otomatis menekan harga jual. Kombinasi insentif fiskal dan bunga kredit rendah ini membuat total kepemilikan mobil listrik dalam 5 tahun bisa lebih murah hingga puluhan juta rupiah dibandingkan mobil konvensional.
Bagi masyarakat yang masih ragu karena harga beli awal yang tinggi, promo BRI KKB ini menjadi pintu masuk. Cicilan ringan dan tenor panjang membuat adopsi kendaraan listrik tak lagi hanya milik kalangan atas.