BANTEN — Jepang mengamankan tiket ke babak gugur sebagai runner-up Grup D di bawah Belanda, dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang. Kini, di depan mata mereka adalah Brasil—salah satu favorit juara—yang disebut-sebut memiliki dendam tersendiri.
Aroma balas dendam ini bukan tanpa alasan. Pada Oktober lalu, Jepang sukses mempermalukan Brasil di kandang sendiri dengan skor 3-2 dalam sebuah laga uji coba. Kekalahan itu diyakini masih membekas di benak para pemain Selecao.
“Ini adalah tim yang berbeda dan mereka akan memiliki motivasi lebih besar saat menghadapi kami. Mereka tentu bertekad untuk mengalahkan kami,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers jelang laga.
Pelatih berusia 55 tahun itu memperkirakan pertandingan nanti akan berjalan sengit. Baik Jepang maupun Brasil sama-sama mengincar kemenangan demi lolos ke babak 16 besar.
“Kami merasa pertandingan ini akan berjalan sangat sengit. Kami memiliki peluang, meski pertandingan ini akan sangat sulit. Kami akan tampil dengan kekuatan penuh,” tegas Moriyasu.
Menghadapi tim sekelas Brasil yang dipenuhi pemain bintang, Jepang mengandalkan kekompakan tim. Moriyasu menekankan bahwa seluruh pemain siap memberikan kontribusi terbaik tanpa rasa takut.
“Semua pemain akan melakukan apa pun yang mereka bisa untuk tim dan memberikan kontribusi maksimal. Tim ini sangat solid, dan rasa kebersamaan itu kini semakin kuat,” tutupnya.
Pertandingan Brasil vs Jepang di babak 32 Besar Piala Dunia 2026 ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi status Samurai Blue sebagai kuda hitam turnamen. Bisakah mereka kembali mengejutkan dunia?