TANGERANG — Kota Tangerang bersaing di tingkat nasional lewat Program Gampang Sekolah yang mencakup sekolah swasta gratis, beasiswa Tangerang Cerdas, dan sekolah inklusi satu-satunya di Provinsi Banten. Kepala Bappeda Kota Tangerang Yeti Rohaeti menyebut inovasi ini menjadi prioritas pembangunan daerah dengan dampak nyata pada berbagai indikator.
“Program ini membuka akses pendidikan melalui sekolah swasta gratis, bantuan beasiswa Tangerang Cerdas, hingga penyelenggaraan sekolah inklusi yang menjadi satu-satunya di Provinsi Banten,” ujar Yeti, Senin (29/6/2026).
Keberhasilan program itu tercermin dari kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 82,41. Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) juga meningkat menjadi 13,96 tahun.
Yeti menambahkan, dampak program tidak berhenti di sektor pendidikan. Akses pendidikan yang lebih luas turut mendongkrak kualitas sumber daya manusia dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Data Pemkot Tangerang menunjukkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) mencapai 5,74 persen. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,88 persen.
“Investasi di bidang pendidikan merupakan fondasi pembangunan jangka panjang. Ketika kualitas sumber daya manusia meningkat, dampaknya akan dirasakan di berbagai sektor pembangunan lainnya, termasuk perekonomian,” jelas Yeti.
Saat ini Kota Tangerang tengah memasuki tahapan wawancara dan verifikasi sebagai proses penilaian lanjutan oleh Bappenas. Pemkot berharap tahapan ini berjalan lancar dan membuahkan hasil terbaik.
Yeti menutup, “Semoga seluruh tahapan penilaian dapat dilalui dengan baik dan Kota Tangerang mampu meraih hasil terbaik sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan daerah.”