TANGERANG — Asap pekat dari kebakaran TPA Jatiwaringin di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai meneror kesehatan warga sekitar. Data dari petugas kesehatan menunjukkan sebanyak 154 orang, termasuk anak-anak, lansia, dan ibu hamil, telah menjalani pemeriksaan medis dengan mayoritas keluhan ISPA.
Rekaman udara dari drone memperlihatkan pemandangan mencekam: kobaran api masih berkobar di berbagai titik tumpukan sampah yang membentang luas. Asap tebal bergerak perlahan menyelimuti permukiman warga yang berada tak jauh dari lokasi TPA.
Upaya pemadaman dari darat terus dilakukan sejak hari pertama. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dan 40 personel dikerahkan ke lokasi. Namun, luas area yang terbakar dan kedalaman tumpukan sampah menjadi kendala utama.
Untuk mempercepat proses pemadaman, petugas mengerahkan helikopter yang telah melakukan lima kali water bombing. Meski begitu, titik-titik api masih terus bermunculan di permukaan gunungan sampah yang membusuk.
Pemeriksaan kesehatan massal dilakukan di posko darurat yang didirikan di sekitar TPA. Selain ISPA, sejumlah warga juga mengeluhkan iritasi mata dan gangguan pernapasan ringan. Petugas medis masih melakukan pendataan lanjutan untuk menjangkau warga yang tidak bisa datang ke posko.
Warga yang rumahnya berada dalam radius satu kilometer dari TPA diimbau untuk menggunakan masker dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Pasokan masker dan obat-obatan terus didistribusikan ke titik-titik pengungsian mandiri yang mulai terbentuk.
Pemerintah Kabupaten Tangerang masih berupaya menjinakkan api sebelum dampak kesehatan semakin meluas. Koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten terus dilakukan untuk menambah pasokan air dan personel pemadam.
Belum ada pernyataan resmi terkait penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara, api berasal dari gas metana yang terbakar akibat suhu tinggi di permukaan tumpukan sampah yang sudah menahun.