7 Desa Wisata di Banten yang Memesona, dari Pesisir hingga Pegunungan Tersembunyi Lengkap dengan Aktivitas Seru

Penulis: Luqman Arif  •  Minggu, 05 Juli 2026 | 23:22:31 WIB
Pantai alami di Desa Wisata Sawarna, Lebak, menawarkan pemandangan pesisir yang memukau.

Banten punya kekayaan desa wisata yang kerap luput dari radar wisatawan. Bukan hanya pantai, kawasan pedalaman seperti Pandeglang dan Lebak menyimpan potensi ekowisata yang sudah dikelola komunitas lokal. Saya beberapa kali menyusuri desa-desa ini dan mendapati pengalaman yang jauh berbeda dibanding destinasi massal.

Dari hasil perjalanan terakhir pada Februari 2026, berikut tujuh desa wisata yang layak masuk daftar kunjungan Anda. Masing-masing punya keunikan yang sulit ditemukan di tempat lain.

1. Desa Wisata Sawarna, Lebak

Desa ini berada di pesisir selatan Banten, sekitar 4 jam perjalanan dari Serang. Akses jalannya sudah lebih baik sejak akhir 2025, tapi masih perlu kendaraan pribadi atau travel sewaan.

Keunggulan Sawarna ada pada deretan pantai yang masih alami: Pantai Tanjung Layar, Pantai Legon Pari, dan Goa Langir. Tiket masuk Rp15.000 per orang. Warga lokal menawarkan jasa guide untuk trekking ke goa-goa karst di sekitarnya dengan tarif Rp100.000 per grup.

2. Desa Wisata Cikolelet, Serang

Berada di kaki Gunung Karang, desa ini cocok untuk Anda yang ingin merasakan suasana pedesaan dengan udara sejuk. Jaraknya hanya 1,5 jam dari pusat Kota Serang.

Desa ini terkenal dengan homestay warga dan kebun sayur organik. Anda bisa ikut kegiatan memanen sayur atau belajar mengolah hasil bumi menjadi keripik. Biaya paket wisata per orang mulai Rp75.000, sudah termasuk makan siang dan pendampingan petani lokal.

3. Desa Wisata Baduy, Lebak

Desa adat Suku Baduy Dalam dan Baduy Luar di Kecamatan Leuwidamar ini sudah menjadi ikon wisata budaya Banten. Akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 3 jam dari pos terakhir kendaraan di Ciboleger.

Pengunjung dilarang memotret warga Baduy Dalam tanpa izin dan tidak boleh membawa sabun atau pasta gigi kimia. Tiket masuk Rp10.000 per orang. Sewa guide wajib, tarifnya Rp200.000 per hari. Saya sarankan datang pagi-pagi agar perjalanan pulang tidak kemalaman.

4. Desa Wisata Baturraden, Pandeglang

Jangan tertukar dengan Baturraden di Jawa Tengah. Desa di Kecamatan Mandalawangi ini punya perkebunan kopi dan pinus yang luas. Suhu rata-rata 20 derajat Celsius di ketinggian 800 mdpl.

Warga setempat mengelola jalur tracking sepanjang 5 kilometer melewati hutan produksi. Tiket masuk Rp20.000. Anda juga bisa menginap di rumah warga dengan tarif Rp150.000 per malam, termasuk sarapan kopi lokal dan pisang goreng.

5. Desa Wisata Cilentung, Pandeglang

Desa ini berada di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratuh yang diakui UNESCO. Lokasinya di ujung barat daya Banten, berbatasan dengan Sukabumi. Perjalanan dari Serang memakan waktu sekitar 5 jam.

Keistimewaannya adalah tebing-tebing purba dan air terjun bertingkat. Tiket masuk Rp25.000. Warga menyewakan motor trail untuk eksplorasi dengan tarif Rp250.000 per hari. Jangan lupa bawa bekal karena warung makan masih terbatas.

6. Desa Wisata Kaduengang, Pandeglang

Desa ini terkenal dengan kerajinan batik tulis khas Pandeglang. Motifnya terinspirasi dari flora dan fauna lokal, seperti bunga raflesia dan elang jawa. Lokasinya di Kecamatan Cadasari, sekitar 30 menit dari pusat kota Pandeglang.

Anda bisa mengikuti workshop membatik seharga Rp100.000 per orang selama 3 jam. Hasil batik bisa dibawa pulang. Selain itu, ada juga homestay dengan tarif Rp100.000 per malam. Saya membeli kain batik di sini seharga Rp250.000 dengan kualitas yang lebih bagus dibanding di toko kota.

7. Desa Wisata Cihonje, Lebak

Desa ini berada di Kecamatan Gunung Kencana, dikenal dengan susur sungai bawah tanah di Gua Cihonje. Aktivitas ini membutuhkan fisik yang prima karena harus merayap di lorong sempit dan berenang di air setinggi dada.

Biaya guide dan perlengkapan Rp150.000 per orang. Waktu terbaik adalah musim kemarau antara Juni dan September. Saat musim hujan, arus sungai deras dan berbahaya. Pastikan Anda membawa senter dan baju ganti.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Desa wisata mana yang paling mudah diakses dari Jakarta?
Desa Wisata Cikolelet di Serang adalah yang paling dekat, hanya 2 jam perjalanan dari Jakarta via Tol Tangerang-Merak. Akses jalannya sudah aspal mulus sampai ke desa.

2. Berapa biaya minimal untuk mengunjungi desa wisata di Banten?
Mulai dari Rp50.000 per orang untuk tiket masuk dan konsumsi di desa seperti Sawarna atau Cikolelet. Jika ingin menginap dan ikut paket wisata, siapkan budget Rp200.000-Rp500.000 per orang per hari.

3. Apakah desa wisata di Banten ramah untuk anak-anak?
Desa Cikolelet dan Kaduengang paling ramah anak karena aktivitasnya ringan. Desa Baduy dan Cihonje tidak disarankan untuk anak di bawah 12 tahun karena medan berat dan aturan adat yang ketat.

4. Kapan waktu terbaik berkunjung ke desa wisata Banten?
Mei hingga Oktober saat musim kemarau. Jalanan di Lebak dan Pandeglang sering longsor saat hujan deras. Hindari akhir pekan panjang karena homestay cepat penuh.

5. Perlukah membawa kendaraan sendiri?
Sangat disarankan. Angkutan umum ke desa-desa ini jarang dan tidak terjadwal. Untuk Baduy, Anda bisa naik angkot dari Rangkasbitung ke Ciboleger, tapi perjalanan memakan waktu lebih lama.

Desa-desa wisata ini membuktikan bahwa Banten bukan sekadar tempat transit ke Sumatera atau pantai ramai. Setiap desa punya cerita dan pengalaman yang berbeda, tergantung seberapa jauh Anda mau melangkah dari jalan utama. Pilih satu yang sesuai dengan minat dan kondisi fisik Anda, lalu nikmati keramahan warga lokal yang jarang ditemukan di hotel berbintang.

Reporter: Luqman Arif
Back to top