LEBAK — Penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk petani lahan terbatas di Kabupaten Lebak resmi berlaku. Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Lebak Halson Nainggolan menyatakan kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Bupati Hasbi Asyidiki dalam mengentaskan kemiskinan.
"Kami berharap program penghapusan PBB itu berdampak pada menurunnya angka kemiskinan," kata Halson dalam keterangan di Lebak, Selasa.
Kebijakan ini menyasar petani pemilik sawah dengan luas maksimal setengah hektare. Menurut data pemerintah daerah, mayoritas warga Lebak berprofesi sebagai petani pangan, sehingga penghapusan PBB diharapkan memotivasi mereka untuk terus menggeluti usaha pertanian.
Selain PBB, pemerintah daerah juga mengurangi beban pengeluaran masyarakat di sektor lain. Beberapa program yang berjalan antara lain pengurangan iuran BPJS Kesehatan dan Tenaga Kerja, serta bantuan pangan bagi warga kurang mampu.
Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka kemiskinan di Lebak turun dari 8,40 persen menjadi 8,03 persen. Sementara kemiskinan ekstrem menurun dari 0,82 persen menjadi 0,53 persen. Pj Sekda Halson menilai penurunan ini menunjukkan kinerja pemerintah daerah berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kami optimistis ke depan angka kemiskinan di Lebak bisa nol persen dengan ikhtiar dan berupaya melalui berbagai program pro rakyat yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengoptimalkan program pasar murah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok. Di sisi lain, pelatihan dan coaching inkubator bagi pelaku UMKM, serta job fair untuk pencari kerja, terus digalakkan.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus. Jalan desa, jalan usaha tani, dan perbaikan rumah tidak layak huni di permukiman kantong-kantong kemiskinan menjadi prioritas. Sarana pendidikan dan kesehatan turut dibangun untuk menunjang kesejahteraan warga.
Pemerintah daerah menggandeng pemerintah pusat dan provinsi untuk mempercepat pengentasan kemiskinan. Bantuan pangan, pembangunan rumah layak huni, dan sekolah gratis dipastikan langsung dinikmati masyarakat.
"Kami berharap ke depannya angka kemiskinan di Lebak dapat terealisasi nol persen dengan kolaborasi itu," kata Halson menambahkan.