Kapolda Banten Turun Langsung ke TPA Jatiwaringin yang Terbakar, 8 dari 12 Titik Api Berhasil Dipadamkan

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 19:00:31 WIB
Kapolda Banten tinjau langsung lokasi kebakaran di TPA Jatiwaringin bersama unsur terkait.

TANGERANG — Kapolda Banten Irjen Pol Hengki memastikan proses pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin berjalan optimal. Dari 12 titik api yang terdeteksi, delapan titik berhasil dipadamkan, sementara empat titik lainnya masih dalam tahap pendinginan.

Peninjauan langsung dilakukan pada Selasa (7/7) untuk mengecek kondisi terkini dan memastikan keamanan warga terdampak. Kapolda datang bersama Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Kapolresta Tangerang Kombes Pol. Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, serta unsur TNI, BNPB, BPBD, dan dinas terkait.

Api Merambat Cepat Akibat Cuaca Panas dan Angin Kencang

Kapolda menjelaskan, titik api pertama kali muncul di bagian belakang area TPA. Upaya pemadaman awal oleh pekerja setempat belum membuahkan hasil karena cuaca panas dan tiupan angin kencang membuat api dengan cepat merambat ke tumpukan sampah lain.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Polda Banten berkomitmen terus mengawal proses penanganan hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan,” ujar Kapolda dalam keterangannya.

10 Mobil Damkar dan Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Penanganan dilakukan secara terpadu sejak hari pertama kejadian. Polda Banten bersama Polresta Tangerang mengerahkan personel untuk membantu pemadaman, evakuasi, dan pengamanan. Sepuluh unit mobil pemadam kebakaran, satu helikopter water bombing, serta empat unit alat berat (beko) dikerahkan ke lokasi.

Personel Polri juga diterjunkan untuk mengamankan jalur evakuasi, lokasi pengungsian, dan fasilitas kesehatan. Pengaturan arus lalu lintas dilakukan agar mobil pemadam, ambulans, dan distribusi logistik bisa bergerak lancar.

334 Warga Terpapar ISPA, 126 Jiwa Mengungsi

Dampak asap kebakaran cukup luas. Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang mencatat 334 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sebanyak 126 warga memilih mengungsi sebagai langkah antisipasi.

“Kami memastikan pengamanan di lokasi pengungsian, fasilitas kesehatan, serta distribusi bantuan kemanusiaan berjalan dengan aman dan lancar,” tambah Kapolda.

Kapolda mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di area terdampak asap, mengikuti arahan petugas, dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Sinergi antara TNI-Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat disebutnya menjadi kunci utama dalam menghadapi bencana ini.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: persepsi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top