MTQ XXIII Banten Resmi Digelar di Serang, 477 Kafilah dari 8 Kabupaten Kota Siap Bersaing ke Tingkat Nasional

Penulis: Oman Sudirman  •  Selasa, 07 Juli 2026 | 22:29:01 WIB
Pembukaan MTQ XXIII Banten di Serang dihadiri 477 kafilah dari delapan kabupaten dan kota.

SERANG — Ratusan wajah muda dan tua memenuhi area Lapangan Masjid Raya Al Bantani, Senin malam. Mereka adalah para qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang akan berlomba selama empat hari ke depan. MTQ XXIII Banten resmi dibuka dengan target yang sudah digariskan: membawa pulang gelar juara dari tingkat nasional.

Target Banten: Lima Besar Nasional

Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Banten, Deden Apriandhi Hartawan, menyatakan bahwa MTQ bukan sekadar ajang adu kemampuan membaca Al-Qur'an. “Target kami adalah membawa Banten masuk lima besar nasional. Karena itu para juara akan dibina secara berkelanjutan agar siap bersaing di tingkat nasional,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Para pemenang di tingkat provinsi nantinya akan langsung masuk pemusatan latihan intensif. Mereka dipersiapkan secara khusus untuk menghadapi MTQ Nasional yang dijadwalkan berlangsung di Semarang pada September 2026.

10 Cabang Lomba di 14 Arena

Kompetisi tahun ini mempertandingkan 10 cabang musabaqah. Seluruh arena perlombaan dipusatkan di kawasan KP3B, Kota Serang, untuk memudahkan mobilisasi peserta dan dewan hakim. Sebanyak 144 dewan hakim diterjunkan untuk memastikan objektivitas dan profesionalisme penilaian selama kompetisi berlangsung.

Setiap cabang memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, mulai dari tilawah, tahfiz, hingga tafsir Al-Qur'an. Para peserta dari delapan kabupaten dan kota di Banten akan saling beradu kemampuan hingga 10 Juli 2026.

Syiar Islam dan Dampak Ekonomi ke Warga Sekitar

Penyelenggaraan MTQ tidak hanya berdampak pada pembinaan keagamaan. Tokoh agama Kecamatan Walantaka, Marsuta Zuhri, menilai kegiatan ini menjadi sarana memperkuat syiar Islam sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur'an. Menurutnya, antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya pengunjung yang hadir setiap malam.

Di luar arena, perputaran uang juga terasa. Para pelaku usaha dan pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan mengaku omzet mereka meningkat selama penyelenggaraan MTQ. “Biasanya sepi, sekarang ramai terus sampai malam,” ujar seorang pedagang minuman di lokasi.

Harapan Lahirnya Generasi Qurani Berprestasi

Melalui MTQ XXIII, Pemerintah Provinsi Banten berharap lahir qari, qariah, hafiz, dan hafizah terbaik yang mampu mengharumkan nama Banten di tingkat nasional. Deden menambahkan, pembinaan tidak berhenti setelah kompetisi selesai. “Ini bagian dari pembinaan untuk melahirkan generasi Qurani yang berprestasi,” katanya.

Kompetisi berlangsung hingga 10 Juli 2026. Malam puncak pengumuman pemenang akan digelar di lokasi yang sama.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: beritabanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top