TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi krisis air bersih di tengah musim kemarau. Langkah ini dipicu oleh laporan warga di Kampung Kocak, Setu, yang sudah mulai merasakan dampak kekeringan.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk aktif memantau kondisi di lapangan. Instruksi ini memastikan setiap laporan warga yang kesulitan air bisa segera ditindaklanjuti.
Pemkot Tangsel telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 4.000 liter ke Kampung Kocak. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 20 KK yang pasokan airnya mulai menipis akibat kemarau.
"Kami ingin memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi. Ketika ada laporan warga yang terdampak kekeringan, pemerintah segera bergerak melakukan distribusi air bersih agar aktivitas sehari-hari warga tidak terganggu," kata Pilar Saga Ichsan dalam keterangannya di Tangerang, Kamis.
Pilar menegaskan, koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk mempercepat penanganan laporan. Ia meminta masyarakat tidak ragu melapor jika mengalami kesulitan serupa.
"Sudah kami sampaikan, ketika ada kebutuhan air bersih bisa dapat segera Pemkot penuhi. Koordinasi terus kami lakukan agar setiap laporan dari masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat sasaran," ujarnya.
Pemerintah berkomitmen untuk terus hadir di tengah warga yang terdampak bencana kekeringan. Pilar menyebut distribusi air bersih di Kampung Kocak adalah salah satu bentuk pelayanan dasar yang harus dijamin negara.
"Kami ingin memastikan masyarakat tidak dibiarkan menghadapi kesulitan sendiri. Ketika ada wilayah yang mengalami kekeringan, pemerintah harus hadir memberikan solusi agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi," katanya.
Pemkot Tangsel akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga. Distribusi air bersih di Kampung Kocak merupakan salah satu upaya Pemkot Tangsel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak kekeringan.