BANTEN — Keempat pemain ini merupakan produk dari PFA, program investasi sosial yang diinisiasi dan didanai penuh oleh PT Freeport Indonesia sejak 31 Agustus 2022. Lahir dari kesuksesan PON XX Papua, akademi ini memanfaatkan fasilitas olahraga di Mimika sebagai bagian dari komitmen jangka panjang pengembangan sumber daya manusia Papua melalui sepak bola.
Melki Yatipai tak akan melupakan momen pemanggilannya. Bek kanan yang juga berposisi sebagai gelandang bertahan ini dipantau langsung dalam laga internal saat coaching clinic bersama PSSI dan KNVB di Mimika Sport Complex.
"Itu hujan turun cukup deras dan itu seperti latihan biasa. Saya bermain bersama teman-teman dalam sebuah pertandingan internal begitu, lalu setelahnya saya dipanggil tim pelatih dan perwakilan dari PSSI bahwa saya ikut pemusatan latihan Timnas Indonesia U-17. Saya cukup terkejut dan bangga," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).
Pengidola Sadio Mane ini langsung menghubungi kedua orang tuanya. Sang ayah dan ibu berpesan agar ia tidak cepat puas dan selalu ingat kepada Tuhan. PFA, menurut Melki, banyak mengubah dirinya dari sisi taktik, kedisiplinan di lapangan, hingga kepribadian di luar lapangan.
Kisah Dolvi Salossa dimulai pada 2023 saat keluarganya mendapat informasi soal seleksi PFA. Putra legenda Persipura, Ortizan Salossa, ini datang dengan harapan sederhana untuk mencoba peruntungan. Kini, ia menjalani kehidupan baru sebagai calon pesepakbola profesional dengan jadwal latihan padat, pendidikan formal, dan pembinaan karakter.
Berposisi sebagai penyerang, Dolvi sudah mengoleksi sederet prestasi: top skor Barati Cup International U-14 2024, top skor Garuda International Cup U-15 2025, hingga pemain terbaik Piala Soeratin Nasional U-15 2025. Panggilan Timnas ia terima setelah turnamen tersebut.
Pengalaman penting lain adalah program Elite Camp di Austria pada 12 Februari-9 Maret 2026. Bersama Jupri Kogoya dan Yance Glen Imbiri, ia berlatih intensif di tiga klub Austria: FK Austria Wien, FAC Wien, dan First Vienna FC. Pengidola Lionel Messi ini mengaku mendapat banyak pelajaran bermain lebih dewasa, termasuk soal akurasi tembakan dan tidak protes berlebihan kepada wasit.
Perjalanan Stenly Meyanu punya cerita unik. Pemain asal Merauke ini sama sekali tidak sadar sedang diamati pemandu bakat Timnas Indonesia usai pertandingan Piala Soeratin U-15.
"Setelah Piala Soeratin U-15, saya dipantau. Habis pertandingan saya diminta nama lengkap dan tinggi badan. Ternyata saya masuk dalam daftar pemain yang dipanggil," kenang Stenly. Orang tuanya mengingatkan untuk tidak cepat puas dan tetap kerja keras.
Sebagai gelandang, perubahan terbesar selama di PFA bukan soal teknik, melainkan mental. Ia belajar beradaptasi dengan lingkungan, teman, dan pelatih baru. Kini, kemampuan itu kembali diuji di Timnas U-17 dengan tuntutan berpikir dan mengambil keputusan lebih cepat dalam tekanan tinggi.
Bagi Yance Glen Imbiri, remaja asal Waropen, bangun pagi dulunya adalah tantangan terberat. Sistem akademi PFA yang mewajibkan seluruh pemain menjalani disiplin ketat, termasuk ibadah subuh dan latihan pagi, perlahan mengubah kebiasaannya. Perubahan ini menjadi bekal berharga saat ia akhirnya menembus skuad Garuda Muda.