Stok Beras Bulog di Lebak dan Pandeglang Melimpah 25 Ribu Ton, Disiapkan untuk Bansos hingga Akhir 2026

Penulis: Kaharuddin Yusuf  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 13:20:31 WIB
Stok beras Bulog Lebak dan Pandeglang mencapai 25 ribu ton siap untuk distribusi bansos hingga akhir 2026.

LEBAK — Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang melaporkan stok beras di gudang-gudangnya mencapai 25 ribu ton. Jumlah itu dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di dua wilayah tersebut dalam jangka panjang.

"Kita hingga kini masih melakukan penyerapan gabah di sejumlah daerah yang memasuki musim panen," kata Kepala Perum Bulog Cabang Lebak dan Pandeglang Muhammad Syaukani di Lebak, Banten, Minggu.

Pasokan untuk Bansos dan SPHP hingga Akhir 2026

Stok beras yang ada saat ini merupakan hasil serapan gabah dari petani lokal selama musim panen 2025 hingga 2026. Bulog memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) ini akan dialokasikan untuk dua program utama.

Pertama, pendistribusian bantuan pangan yang digulirkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) akan berlangsung mulai akhir Juli hingga Desember 2026. Kedua, beras untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dijual ke toko, pasar tradisional, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta instansi TNI, Polri, dan Dinas Ketahanan Pangan.

Penyerapan Gabah Tembus 103 Persen dari Target

Bulog mencatat realisasi penyerapan gabah kering pungut (GKP) dari petani hingga Juni 2026 mencapai 40.000 ton. Angka itu melampaui target awal sebesar 37.500 ton, atau tepatnya 103 persen.

Menurut Syaukani, kualitas beras dari petani Lebak dan Pandeglang cukup baik sehingga menjadi rebutan pedagang besar dari Jakarta dan Jawa Barat. Ia menjamin pasokan tetap aman meskipun wilayah tersebut tengah menghadapi musim kemarau atau fenomena El Nino.

Syarat Dapatkan Beras SPHP: KTP hingga NPWP

Bagi masyarakat atau pedagang yang ingin membeli beras SPHP dari Bulog, terdapat sejumlah persyaratan administratif. Calon pembeli wajib menyertakan KTP, NPWP, NIB, dan toko harus dilengkapi dengan visual atau foto tempat usaha.

"Kami menjamin persediaan beras melimpah dan relatif aman untuk kebutuhan konsumsi masyarakat," kata Syaukani. Pihaknya memastikan tidak ada impor beras untuk memenuhi kebutuhan dua kabupaten itu karena swasembada dari petani lokal sudah tercapai.

Reporter: Kaharuddin Yusuf
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top