LEBAK — Sebanyak 300 paket sembako dibagikan dan 300 warga menjalani pemeriksaan kesehatan dalam bakti sosial yang digelar BPW KKSS Banten di Binuangeun, Kabupaten Lebak. Tak hanya itu, 30 anak juga mengikuti khitanan massal yang disediakan secara gratis.
Ketua BPW KKSS Banten, Prof. Ir. Andi Djalal Latif, M.S., mengatakan kegiatan ini menjadi bukti komitmen organisasi dalam membantu pemerintah meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia menyebut program ini juga berkaitan langsung dengan upaya penurunan angka stunting di Provinsi Banten.
Kesuksesan bakti sosial ini ditopang oleh sekitar 70 tenaga medis yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, dokter konsultan, hingga dokter mata. Tim medis dipimpin dr. Hj. Corah, yang juga pengurus BPW KKSS Banten.
Sejumlah organisasi profesi turut dilibatkan, antara lain Persatuan Dokter Umum, Asosiasi Dokter Pariwisata Banten, dan berbagai organisasi dokter spesialis. Hal ini memungkinkan layanan kesehatan yang diberikan lebih komprehensif bagi warga.
Prof. Andi Djalal Latif mengungkapkan bahwa komitmen serupa pernah ia sampaikan langsung kepada Gubernur Banten dalam kegiatan bakti sosial sebelumnya. Ia berharap program ini bisa terus diperluas hingga menjangkau tujuh kabupaten dan kota di Banten.
"Ini adalah aksi kemanusiaan yang ketiga kalinya kami laksanakan. Kami ingin manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara lebih luas," ujar Prof. Andi Djalal Latif.
Seorang anggota DPR RI Komisi X yang turut hadir memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Menurutnya, program seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan diharapkan dapat terus ditingkatkan, baik dari sisi cakupan maupun jumlah penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, Ketua BPW KKSS Banten didampingi oleh Ketua BPD KKSS Tangerang Selatan Ir. Mudatsir Najamuddin, Ketua BPD KKSS Kabupaten Tangerang Erlangga, dan Ketua BPD KKSS Kabupaten Lebak H. Arifin. Puluhan pengurus KKSS lainnya turut bergotong royong menyukseskan acara.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan BPW KKSS Banten menjadi contoh bagaimana organisasi kedaerahan dapat berperan aktif dalam aksi nyata di bidang kesehatan dan sosial. Diharapkan, bakti sosial ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak wilayah di Provinsi Banten.