TANGERANG — PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports mencatat total 40.642 penumpang selama masa transisi ke Terminal 2F pada 1-10 Juli 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.335 di antaranya merupakan jemaah umrah yang diberangkatkan melalui 59 penerbangan.
Heru Karyadi, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mengatakan seluruh maskapai penerbangan umrah kini telah beroperasi penuh dari terminal khusus tersebut. "Kelancaran operasional selama masa transisi menunjukkan perpindahan layanan dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu pelayanan kepada jemaah," ujarnya di Tangerang, Senin.
Maskapai yang melayani penerbangan umrah dan telah pindah ke Terminal 2F meliputi Loong Air, Hainan Airlines, Saudi Arabian Airlines, Scoot, Turkish Airlines, Qatar Airways, Egypt Air, Oman Air, Emirates, dan Etihad Airways. Selama periode implementasi, Saudi Arabian Airlines mendominasi trafik penerbangan umrah.
Pada 10 Juli 2026, yang merupakan hari penyelesaian fase ketiga perpindahan, Bandara Soekarno-Hatta melayani 39 penerbangan. Rinciannya, 20 penerbangan keberangkatan dan 19 penerbangan kedatangan dengan total 11.285 penumpang, termasuk 2.685 jemaah umrah.
Secara keseluruhan, selama 10 hari transisi, bandara mencatat 118 penerbangan yang terdiri dari 59 keberangkatan dan 59 kedatangan. Heru menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan melalui penguatan koordinasi operasional, penyediaan fasilitas memadai, serta inovasi layanan. "Kami akan terus melakukan evaluasi bersama seluruh stakeholder agar layanan yang diberikan semakin baik sehingga setiap jemaah dapat memulai perjalanan ibadahnya dengan aman, nyaman, dan berkesan sejak berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta," papar Heru.
Ia juga mengapresiasi dukungan seluruh stakeholder yang telah memastikan proses transisi berlangsung tertib. "Kami juga mengapresiasi dukungan seluruh stakeholder yang telah memastikan proses transisi berlangsung tertib dan pelayanan kepada para jemaah tetap berjalan optimal," kata Heru.