PLN Banten Dukung Pengembangan Agroeduwisata K-TRACK di Hutan Kopi Gunung Karang Pandeglang, Angkat Kopi Leupeh Lalay

Penulis: Mustofa Kamal  •  Senin, 13 Juli 2026 | 21:44:31 WIB
PLN Banten mendukung pengembangan Agroeduwisata K-TRACK di Hutan Kopi Gunung Karang, Pandeglang, yang mengangkat kopi lokal Leupeh Lalay.

PANDEGLANG — Kawasan Hutan Kopi Citaman Lawangtaji di lereng Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, perlahan bertransformasi. Dari sekadar lahan perkebunan yang sunyi, kini disulap menjadi destinasi wisata edukatif bernama K-TRACK. Gagasan ini lahir dari Ketua Kelompok Petani Kopi Citaman Lawangtaji, Maman, bersama para petani setempat yang ingin mengangkat potensi kopi lokal yang selama ini belum dikenal luas.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Banten, Tonny Bellamy, menyatakan bahwa K-TRACK merupakan wujud komitmen PLN dalam menghadirkan program TJSL yang berkelanjutan. "Kami percaya bahwa program pemberdayaan yang berkelanjutan adalah program yang tumbuh dari potensi lokal dan dijalankan bersama masyarakat dengan konsisten. K-TRACK menunjukkan bahwa konservasi lingkungan, pengembangan ekonomi, dan pariwisata dapat berjalan beriringan," ujar Tonny dalam keterangan resminya.

Menyusuri Hutan Kopi Berusia Ratusan Tahun

K-TRACK menawarkan pengalaman unik melalui jalur "Kopi Trip". Pengunjung diajak menyusuri kawasan hutan kopi yang berusia puluhan hingga ratusan tahun di ketinggian sekitar 458 meter di atas permukaan laut. Sepanjang perjalanan, wisatawan tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga belajar soal budidaya kopi, konservasi hutan, dan kekayaan biodiversitas yang menjadi identitas kawasan.

Uniknya Kopi Leupeh Lalay, Hasil Penyerbukan Alami

Salah satu daya tarik utama Hutan Kopi Gunung Karang adalah keberadaan lalay, sebutan masyarakat setempat untuk kelelawar pemakan buah. Hewan ini berperan sebagai penyerbuk alami tanaman kopi. Interaksi tersebut melahirkan Kopi Leupeh Lalay, kopi khas Gunung Karang dengan karakter cita rasa rendah asam, rasa bersih, sentuhan fruity, serta sweet aftertaste yang menjadi ciri khasnya. Melalui K-TRACK, kekayaan alam dan budaya ini dikemas menjadi pengalaman wisata yang mengedukasi sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi kopi lokal.

Dukungan PLN untuk Ekosistem Ekonomi Mandiri

Tonny Bellamy menambahkan, PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan. "PLN hadir bukan hanya sebagai penyedia listrik, tetapi juga sebagai mitra pembangunan yang mendukung lahirnya ekosistem ekonomi masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan," kata dia. Dukungan ini diharapkan mampu membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar.

Ketua Kelompok Petani Kopi Citaman Lawangtaji, Maman, mengatakan bahwa K-TRACK lahir dari semangat masyarakat untuk memperkenalkan kopi khas Gunung Karang melalui pendekatan berbeda. "Kami ingin orang datang bukan hanya membeli kopi, tetapi juga merasakan pengalaman menyusuri hutan kopi, mengenal cerita di balik Kopi Leupeh Lalay, serta melihat bagaimana masyarakat menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan kami," kata Maman. Ia menambahkan, dukungan dari PLN memberikan semangat dan kesempatan bagi kelompoknya untuk mewujudkan mimpi tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

Melalui kolaborasi berkelanjutan ini, PLN UID Banten berharap K-TRACK dapat terus berkembang sebagai model pemberdayaan masyarakat. Program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga memperkenalkan kekayaan Hutan Kopi Gunung Karang dan Kopi Leupeh Lalay ke panggung nasional.

Reporter: Mustofa Kamal
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top