CILEGON — DPRD Kota Cilegon mengingatkan Pemerintah Kota (Pemkot) untuk tidak menurunkan target pendapatan daerah secara serampangan. Peringatan ini disampaikan Wakil Ketua II DPRD Masduki di tengah rencana evaluasi target PAD pada APBD Perubahan 2026.
Menurut Masduki, kondisi fiskal saat ini justru menuntut pemerintah daerah lebih kreatif menggali sumber-sumber penerimaan. Ia menilai masih banyak potensi PAD yang bisa dioptimalkan oleh OPD penghasil.
“Masih banyak pendapatan yang bisa digali. Jangan sampai latah, ketika potensi tidak tercapai nanti di perubahan malah diturunkan pendapatannya,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Politisi itu menekankan bahwa koordinasi antar-OPD dalam TAPD harus solid. Perbedaan data saat pembahasan dengan DPRD hanya akan menimbulkan persepsi yang keliru di Badan Anggaran (Banggar).
“Tim TAPD harus benar-benar solid. Jangan sampai salah mengeluarkan angka. Kalau angka yang dipaparkan berbeda, penafsiran Banggar juga akan berbeda dan akhirnya menimbulkan perbedaan persepsi,” tegas Masduki.
Masduki menyatakan DPRD akan mencermati setiap usulan perubahan target pendapatan. Persetujuan hanya akan diberikan jika penyesuaian itu benar-benar rasional dan didukung data yang kuat.
“Kalaupun nanti di perubahan ada rencana perubahan pendapatan, belum tentu kita terima di DPRD. Tergantung rasional atau tidak. Masa orang malas kita biarkan,” katanya.
Ia menambahkan, DPRD tidak akan segan menolak usulan penurunan target jika penyebabnya adalah kelalaian atau kurang optimalnya upaya OPD penghasil. “Kalau memang irasional dan diakibatkan kelalaian atau kemalasan TAPD maupun OPD penghasil, kami akan tolak mentah-mentah,” ujarnya.
Masduki menilai penyegaran pejabat yang dilakukan Pemkot Cilegon harus menjadi momentum bagi OPD penghasil untuk membuktikan kinerja. Komitmen yang telah dibangun bersama wali kota harus terlihat dari capaian pendapatan daerah dalam dua bulan ke depan.
“Pemerintah pusat sekarang menuntut kreativitas dalam meningkatkan pendapatan daerah. Sekda selaku Ketua TAPD harus benar-benar mengonsolidasikan tim dan jangan sampai dikibuli OPD-OPD penghasil,” pungkasnya.