OJK Banten Gandeng BUMD Perkuat Ekosistem Pangan, Target Petani Bisa Untung Hingga 100 Persen pada 2027

Penulis: Nurul Huda  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 12:32:01 WIB
Petani memanen padi di area persawahan Banten selatan yang menjadi target utama program penguatan ekosistem pangan oleh OJK dan BUMD.

SERANG — OJK Provinsi Banten memastikan strategi Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) untuk ketahanan pangan tidak hanya berhenti di tingkat pemda. Lembaga pengawas jasa keuangan itu mengajak BUMD provinsi maupun kabupaten, termasuk di Lebak yang memiliki lini bisnis khusus pangan, untuk memperkuat ekosistem dari hulu ke hilir.

Kepala OJK Provinsi Banten Adi Dharma menyatakan bahwa langkah ini dirancang untuk mewujudkan target kemandirian pangan di Banten selatan pada 2027 sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Harga Gabah Swasta Tembus Rp 8.000 per Kg, Bulog Hanya Rp 6.500

Salah satu pemicu kolaborasi ini adalah ketimpangan harga di tingkat petani. Saat ini, swasta seperti PT Wilmar Group berani membeli Gabah Kering Giling (GKG) dengan rentang Rp 7.500 hingga Rp 8.000 per kilogram. Angka itu jauh di atas harga pembelian Bulog maupun standar nasional yang hanya Rp 6.500 per kilogram.

“Langkah penguatan Gapoktan dan BUMD ini menjadi solusi taktis untuk mengimbangi dominasi pasar swasta,” kata Adi di Serang, Senin.

Edukasi Finansial dan Mesin Giling Jadi Kunci Hilirisasi

Melalui sinergi ini, OJK tidak hanya membuka akses pembiayaan bagi petani, tetapi juga memberikan edukasi penguatan kapasitas kepada Gapoktan. Tujuannya, kelompok tani memiliki kemampuan finansial yang sehat untuk membeli gabah dari anggotanya dengan harga bersaing.

“Kami juga memberikan edukasi dan penguatan kapasitas kepada Gapoktan agar memiliki kemampuan finansial yang sehat untuk membeli gabah dari petani dengan harga yang bersaing di pasaran,” ujar Adi.

Pada sisi hilir, OJK Banten membuka akses pembiayaan untuk pembaruan infrastruktur produksi, khususnya pengadaan mesin penggilingan padi atau Rice Milling Unit (RMU) pada 2027. Adi meyakini kepemilikan RMU oleh kelompok tani akan mempercepat proses pengolahan hasil panen menjadi beras secara mandiri.

Petani Bisa Raup Untung Hampir Dua Kali Lipat

Dengan mesin penggilingan sendiri, petani tidak lagi sekadar menjual gabah mentah. Mereka bisa memprosesnya menjadi beras dan menjual dengan nilai tambah.

“Pengolahan mandiri ini diproyeksikan mampu mendongkrak keuntungan petani hingga hampir 100 persen,” jelas Adi.

Ekosistem pangan di Banten selatan diharapkan tidak hanya menjadi motor penggerak ekonomi petani, tetapi juga mampu menekan laju inflasi daerah. Provinsi Banten pun ditargetkan semakin kokoh sebagai salah satu lumbung padi nasional yang mandiri.

Reporter: Nurul Huda
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top