Danantara Genjot Kinerja Himbara, Laba Bank BUMN Tembus Rp39,92 Triliun di Kuartal I 2026

Penulis: Oman Sudirman  •  Jumat, 24 Juli 2026 | 17:12:31 WIB
Direktur Eksekutif Indef Esther Sri Astuti menyampaikan pandangannya terkait transformasi BUMN di Jakarta, Kamis (3/4).

BANTEN — Transformasi badan usaha milik negara (BUMN) melalui restrukturisasi dan perampingan mulai menunjukkan hasil nyata. Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menilai langkah ini memperkuat kinerja perusahaan pelat merah sekaligus meningkatkan kontribusinya terhadap negara.

"BUMN yang sehat mampu memberikan dividen yang lebih optimal dan mendukung pendanaan proyek strategis nasional," kata Esther di Jakarta, Kamis.

Laba Himbara Tembus Rp39,92 Triliun, BRI Catat Rekor Dividen

Bank Mandiri membukukan laba bersih Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan kredit mencapai 17,4 persen secara tahunan. BRI mencatat laba bersih Rp15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen, didukung penyaluran kredit sebesar Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp1.555 triliun. Kinerja ini melanjutkan capaian sepanjang 2025 ketika BRI meraih laba konsolidasian Rp57,13 triliun dan membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun.

Sementara itu, BNI mencatat laba Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun dengan DPK Rp1.063,92 triliun dan ekuitas Rp160,99 triliun.

Restrukturisasi dan Merger: Kunci Efisiensi BUMN

Menurut Esther, restrukturisasi finansial membantu BUMN menyelesaikan persoalan utang serta memperkuat neraca keuangan. Langkah merger dan pembentukan holding juga meningkatkan efisiensi melalui pengurangan fungsi yang tumpang tindih.

"Dengan struktur yang lebih ramping, BUMN diharapkan menjadi lebih adaptif dan mampu bersaing di pasar global," ujarnya. Transformasi ini juga memperkuat tata kelola perusahaan melalui peningkatan transparansi dan penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) untuk mencegah praktik korupsi.

Pekerjaan Rumah: Rantai Anak Perusahaan BUMN

Meski kinerja keuangan moncer, masih ada persoalan struktural yang perlu dibenahi. Mukhamad Misbakhun menyoroti banyaknya jumlah anak perusahaan hingga cucu perusahaan BUMN yang tidak selalu memiliki keterkaitan dengan bisnis utama induknya.

"Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," tegas Misbakhun.

Ke depan, perampingan struktur BUMN dinilai menjadi kunci agar perusahaan pelat merah tidak hanya gemuk secara aset, tetapi juga gesit dalam merespons persaingan global.

Reporter: Oman Sudirman
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top