SERANG — Air sumur di Kampung Kabasiran, Kelurahan Sawah Luhur, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, memiliki rasa asin seperti air laut. Kondisi itu membuat warga tidak bisa memanfaatkannya untuk memasak atau kebutuhan sehari-hari, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang yang sudah berlangsung sekitar satu bulan.
Karmini, salah seorang warga setempat, mengaku keluarganya harus merogoh kocek Rp20 ribu per hari untuk membeli satu gerobak air bersih berisi 10 jeriken. “Hampir setiap tahun kalau musim kemarau seperti ini kami harus beli air, meski kadang ada bantuan,” katanya.
Bantuan Lima Tangki dari Imigrasi Serang
Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Serang menyalurkan bantuan air bersih ke Kampung Kabasiran sebagai respons atas krisis yang melanda warga. Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Serang, I Gusti Agung Komang Artawan, mengatakan pihaknya melakukan pemetaan wilayah terdampak sebelum mengirimkan bantuan.
“Kami merasakan beberapa bulan terakhir musim kemarau mulai berdampak. Kami melihat masyarakat membutuhkan air bersih sehingga kami tergerak untuk ikut membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Distribusi tahap awal menyasar Kampung Kabasiran dengan lima tangki air bersih. Artawan memastikan pihaknya akan melanjutkan bantuan setelah memetakan daerah-daerah lain yang membutuhkan di Kota Serang.
Warga Berharap Bantuan Berkelanjutan
Karmini bersyukur atas kiriman air bersih dari Kantor Imigrasi. Ia menilai bantuan itu sangat meringankan beban warga yang selama ini mengandalkan pembelian air setiap hari. “Sangat membantu seluruh warga di sini,” tuturnya.
Namun, ia berharap perhatian terhadap wilayahnya tidak berhenti pada satu kali pengiriman. Sebab, krisis air bersih di Kampung Kabasiran terjadi hampir setiap tahun saat kemarau tiba. “Kami berharap ada perhatian berkelanjutan terhadap wilayah yang setiap tahun mengalami krisis air bersih,” kata Karmini.
Aksi Sosial di Luar Tugas Keimigrasian
Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Serang menunjukkan bahwa kontribusi kepada masyarakat tidak terbatas pada pelayanan keimigrasian. Aksi sosial seperti penyaluran air bersih menjadi salah satu bentuk kepedulian instansi terhadap warga yang terdampak bencana kekeringan.
“Ke depan kami akan terus membantu masyarakat dengan terlebih dahulu memetakan daerah-daerah yang memang sangat membutuhkan,” ujar Artawan.***