PANDEGLANG — Sebanyak 1.620 kepala keluarga (KK) di 15 desa yang tersebar di tujuh kecamatan Kabupaten Pandeglang kini kesulitan mendapatkan air bersih. Musim kemarau panjang membuat sumur dan mata air warga mulai mengering, memaksa mereka mengandalkan bantuan dari pemerintah daerah.
BPBD-PK Pandeglang mengerahkan tiga armada mobil tangki untuk menjangkau seluruh wilayah yang mengajukan permohonan bantuan. Hingga saat ini, total 91.000 liter air bersih telah didistribusikan secara bertahap.
Wilayah Paling Parah: Sindangresmi dan Angsana
Dari tujuh kecamatan yang terdampak, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, menyebut dua kecamatan di bagian selatan mengalami kondisi paling berat. "Yang paling parah itu Kecamatan Sindangresmi dan Angsana di wilayah Pandeglang bagian selatan," ujar Lilis, Minggu (19/7/2026).
Di kedua kecamatan tersebut, sumber air alami seperti sumur dan mata air mengalami penurunan debit yang signifikan. Sebagian bahkan telah benar-benar kering, membuat warga tidak punya pilihan selain menunggu kiriman air dari mobil tangki.
Kebutuhan Harian Warga Bergantung pada Distribusi
Ketujuh kecamatan yang mengalami krisis air bersih meliputi Cadasari, Karangtanjung, Sindangresmi, Angsana, Patia, Cikeusik, dan Picung. Warga di wilayah-wilayah ini kesulitan memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mandi, dan mencuci.
"Bantuan yang sudah kami distribusikan mencapai 91.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan," kata Lilis.
Armada Tangki Dikerahkan, Distribusi Bertahap
Untuk memastikan bantuan merata, BPBD-PK Pandeglang mengoperasikan tiga unit mobil tangki. Distribusi dilakukan berdasarkan skala prioritas dan permintaan dari masing-masing desa atau kecamatan.
Lilis menegaskan bahwa pendistribusian air bersih akan terus berjalan selama permohonan dari pemerintah desa dan kecamatan masih masuk. "Kami prioritaskan wilayah yang mengalami krisis paling berat," pungkasnya.
Potensi Perluasan Dampak Kekeringan
BPBD-PK Pandeglang mengingatkan bahwa jumlah desa terdampak masih berpotensi bertambah jika musim kemarau berlangsung lebih lama. Pemerintah daerah terus memantau situasi di lapangan dan siap menambah pasokan bantuan jika diperlukan.