TANGERANG — Ketua BAZNAS Kota Tangerang, Aslie Elhusyairy, mengungkapkan bahwa realisasi penghimpunan dana hingga pertengahan tahun ini sudah hampir menyentuh angka yang ditargetkan untuk satu tahun penuh. Menurutnya, hal ini menjadi indikator positif atas transparansi dan akuntabilitas lembaga dalam mengelola dana umat.
Berdasarkan Laporan Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), dana yang terkumpul berasal dari beberapa pos. Zakat fitrah menyumbang Rp7,8 miliar, sementara zakat mal tercatat sebesar Rp3,3 miliar. Adapun dana infak mencapai Rp3,9 miliar, dan dana kurban terkumpul Rp1,47 miliar.
Meski capaian penghimpunan melampaui ekspektasi di semester awal, BAZNAS Kota Tangerang menilai potensi zakat di wilayah tersebut masih sangat luas. Aslie menyebutkan bahwa realisasi penyerapan zakat saat ini baru sekitar 12,1 persen dari total potensi yang diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun. Artinya, masih ada ruang besar untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dan korporasi.
Seluruh dana yang dihimpun pada semester pertama tahun ini telah didistribusikan. Aslie menjelaskan bahwa program penyaluran mencakup pengentasan kemiskinan, pemberian beasiswa pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik. Total penerima manfaat dari program-program tersebut mencapai 29.484 orang.
“Alhamdulillah semua dana yang dikumpulkan sudah didistribusikan untuk membantu pengentasan kemiskinan, beasiswa pendidikan, sampai pemberdayaan ekonomi para mustahik,” ujar Aslie, Kamis (23/7/2026).
Pihak BAZNAS Kota Tangerang mengucapkan terima kasih kepada para muzaki, Pemerintah Kota Tangerang, serta seluruh pihak yang telah menyalurkan zakatnya. Ke depan, lembaga tersebut mengajak lebih banyak organisasi dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam program pemberdayaan melalui layanan resmi yang disediakan. “Capaian sementara ini terus meningkat dari waktu ke waktu,” pungkas Aslie.